Breaking

Wednesday, 10 January 2018

Kalau percaya Hizbut Tahrir, maka selain saya ingkari firman Allah, sudah pasti saya sakit jiwa



Ajaran Hizbut tahrir tentang khilafah oleh para ahli agama sudah dijelaskan bahwa tidak ada ajaran Islam soal sistem khilafah. Saya percaya para ahli agama daripada mereka, apalagi kalau sampai mempercayai seorang mualaf anak kemarin sore yang kini menjadi corong khilafah-khilafahan. 

Lalu kenapa saya anti dengan ajaran khilafah-khilafahan yang dibawa Hizbut Tahrir? bahkan kenapa saya katakan itu halusinasi? apa karena saya cuma ikutan-ikutan anti? Tentu saja tidak.. 

Saya tidak mungkin meyakini sesuatu kalau saya tidak paham. Saya paham makanya saya bisa anti dan mengatakan khilafah itu adalah halusinasi. 

Sebenarnya untuk paham bahwa khilafah-khilafahan itu ngawur ngak sulit. Gak perlu harus jadi ahli agama untuk bisa membuktikan kengawuran itu. 

Dari awal saya selalu menantang para pendukung khilafah-khilafahan itu untuk menunjukkan negara mana yang menerapkan khilafah dan bagaimana kehidupan rakyatnya? Ternyata tidak ada satu bahkan setengah orang pun yang selama ini teriak-teriak khilafah yang mampu menunjukkannya. 

Bingungkan? bukti negara yang maha hebat karena khilafah, gak ada. Bukti rakyat di sebuah negara khilafah yang sejahtera dan beriman gak ada. Halusinasi bukan itu namanya? Dan anehnya lagi, mereka yang teriak-teriak dukung khilafah tapi mereka gak tau apa yang mereka teriakkan itu.

Kedua, Khilafah yang diperjuangkan Hizbut Tahrir adalah sistem yang akan menjadikan berbagai bangsa menjadi satu bangsa dengan pemerintahan yang berdasarkan Islam (Islam versi Hizbut tahrir). 

Tentu saja saya positif sakit jiwa kalau mendukung hal itu, karena di dalam surat Al-Hujurat:13 menyatakan Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dan menjadikan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling kenal-mengenal.

Kalau Allah saja sudah menyatakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, lalu saya yang seorang muslim malah lebih percaya Hizbut Tahrir? Kalau saya percaya, maka untuk apa lagi saya mengaku Islam jika saya lebih percaya mereka daripada Firman Allah? Sakit jiwa saya.. 

Mungkin karena itulah kenapa negara-negara yang masyarakatnya mayoritas muslim menolak dan melarang Hizbut Tahrir? Mungkin karena mereka lebih percaya firman Allah daripada Hizbut Tahrir. 

Mudahkan? 

Di agama saya dan saya yakin semua agama mengajarkan manusia untuk gunakan akal sehat dalam beragama. Karena Allah memberikan manusia akal untuk dipergunakan.

Sudah bukti tidak ada, sudah bertentangan dengan firman Allah, lalu saya masih memperjuangkan khilafah-khilafahan daripada pancasila yang sesuai dengan surat Al-Hujurat:13? 

Bodoh banget saya, dikasih akal oleh Allah, tapi tidak saya pergunakan. Kan sakit jiwa namanya.. 

No comments:

Post a Comment