Breaking

Saturday, 24 February 2018

Cerdas! Jokowi membuat Fadlizon dan Fahri Hamzah ribut dengan Fadlizon dan Fahri Hamzah.


Ini yang saya katakan, Kaum kontra Jokowi yang sudah setengah mati mencari-cari isu, membuat isu dan mengeluarkan banyak energi untuk menyerang Jokowi, tapi hanya dengan sekali helaan nafas, Jokowi membuat mereka tak berkutik. 

Saya tidak sedang memuji Jokowi seperti Fadlizon yang membabi-buta memuji-muji Prabowo walaupun ujungnya hanya jadi bahan tertawaan masyarakat. Tapi fakta yang berbicara, sudah berkali-kali serangan mereka ke Jokowi dipatahkan dengan hal yang simple. 

Jokowi secara terbuka menyatakan bahwa dia sudah menerima draft UU MD3 dan belum dia tandatangani. Jokowi menyatakan dia memahami keresahan yang ada di masyarakat mengenai hal ini. Tak lama kemudian Menkumham menyatakan bahwa ada kemungkinan Jokowi tidak akan menandatangani Draft UU MD3. 

Saya sedang tidak membicarakan soal setuju atau tidaknya revisi UU MD3, tapi bicara soal bagaimana Jokowi "menyerang balik" para politisi yang kerjanya selama ini hanya mencari-cari kelemahannya. Jokowi kali ini membuat mereka selain tidak berdaya, juga membuat mereka mengkritik diri mereka sendiri.

Misalnya Fadli zon dan Fahri Hamzah, mereka tidak bisa teriak garang soal UU MD3 yang kemungkinan tidak akan ditandatangani Jokowi, mereka cuma bisa teriak kecil malu-malu lalu bersembunyi lagi. 

Kenapa bisa begitu?

Beberapa saat lalu Fadli zon dan Fahri Hamzah begitu heboh kayak petasan cabe ketika bicara soal pasal Penghinaan Presiden di RUU KUHP. Mereka menuding Presiden takut dikritik, mengekang demokrasi dan berbagai macam statement yang sebenarnya sudah gak nyambung lagi dengan pasal yang dipermasalahkan. 

Sekarang ini di draft revisi UU MD3 ada pasal terkait penghinaan anggota DPR. Fadlizon dan Fahri Hamzah begitu bersemangat mendukung pasal ini. Mereka dan orang-orang yang anti pasal penghinaan presiden kini mendukung pasal penghinaan DPR. Pasal penghinaan yang katanya anti kritik, anti demokrasi dan sejenisnya kini didukung oleh mereka sendiri.

Maka itulah kenapa sekarang Fahri Hamzah dan Fadlizon mengaumnya malu-malu. Mereka mungkin tidak setuju pasal itu ada di UU MD3 tapi pimpinan partai dan kolega mereka setuju pasal itu, mereka tidak punya nyali untuk membantah sehingga mereka mau tidak mau harus setuju. 

Sekarang kalau kaum kontra mau menuding Jokowi karena tidak mau menandatangani Revisi UU MD3, Jokowi tinggal bilang "Loh!? kan kalian sendiri yang bilang pasal penghinaan itu pasal anti kritik dan anti demokrasi. Kalian jangan marah sama saya, kan saya cuma ikuti mau kalian" 

Cerdas bukan? itulah kenapa Fahri dan fadlizon dan gank mereka tidak berisik seperti biasanya. 

Lalu ada lagi yang sibuk mendorong agar Jokowi mengeluarkan Perppu MD3, tentu saja Jokowi tahu yang mendesak itu ingin menjerumuskan dia, makanya Jokowi tidak mau membuat Perppu, dia akan biarkan revisi UU MD3 itu berlaku, karena aturannya jika Presiden tidak menandatangani maka otomatis berlaku setelah 30 hari. 

Ada yang bilang, kalau begitu tidak ada gunanya Jokowi menolak menandatangani draft UU MD3 karena akan berlaku. Jadi apa gunanya Jokowi menolak? Apakah hanya gaya-gayaan? 

Tentu saja bukan, karena dengan berlakunya pasal penghinaan DPR, otomatis pasal penghinaan Presiden berlaku juga. Tinggal kewenangan MK yang memutuskan jika ada yang Judicial review kedua pasal tersebut. Jokowi tidak mau terjebak, karena ketika dia keluarkan perppu untuk MD3, maka dia juga harus keluarkan perppu untuk KUHP. Jokowi tidak mau tangannya kotor untuk urusan ini.

Jadi jika kaum yang kontra Jokowi menyalahkan Jokowi karena tidak mau menandatangani draft UU MD3, Jokowi tinggal kasih saja video dan berita Fadlizon - Fahri Hamzah yang begitu ngotot MENOLAK pasal penghinaan. Jika kaum yang kontra Jokowi menyalahkan Jokowi terkait pasal di RUU KUHP, Jokowi tinggal kasih saja video dan berita Fadlizon - Fahri Hamzah yang begitu ngotot MENDUKUNG pasal penghinaan. 

Ini salah satu video statement Fadlizon tentang pasal penghinaan Presiden.


Ini statement Fahri Hamzah tentang pasal Penghinaan Presiden.

Kalau Fadlizon dan Fahri Hamzah protes ke Jokowi soal UU MD3, Jokowi pasang rekaman statemen fadlizon - Fahri Hamzah yang menolak pasal penghinaan. Jokowi suruh Fadlizon - Fahri Hamzah bantah pernyataan Fadlizon - Fahri Hamzah. Hahaha!! 

Cerdas Pak Presiden! 

1 comment: