Breaking

Thursday, 8 March 2018

Saya bangga dan gak akan pernah malu menjadi PKPI


Saya mungkin pimpinan Partai yang paling banyak di bully oleh kelompok sebelah terkait ditolaknya permohonan PKPI di Bawaslu. Mungkin karena saya sering berhadapan dengan mereka menggunakan identitas partai, sehingga mereka berharap bisa mempermalukan saya dengan keadaan ini. 

Mereka salah, karena saya bangga dan tidak pernah malu menjadi PKPI. Saya juga tidak malu menyatakan bahwa saya ikut bertanggungjawab atas tidak dikabulkannya permohonan PKPI di Bawaslu. 

PKPI sekarang melanjutkan proses untuk menjadi peserta Pemilu 2019 di PTUN. Proses belum selesai dan PKPI belum gagal, masih ada kesempatan untuk menjadi Peserta Pemilu 2019. PKPI adalah Partai yang pernah melewati tahap ini dan PKPI tidak gentar untuk kembali menghadapi tahap ini.

Kami punya bukti yang sangat kuat sehingga kami yakin, gugatan PKPI di PTUN terkait putusan Bawaslu akan dikabulkan. Dan kami sedang melakukan proses ke PTUN sekarang ini. 

Di kelompok manapun saya berada, saya tidak akan pernah malu, walau apapun yang terjadi dengan kelompok saya. Dan itu sudah saya buktikan, termasuk sekarang dengan PKPI. Jadi tidak akan pernah bisa kalian mencoba mempermalukan saya. Sia-sia.. 

Saya tidak akan pernah menunduk ketika berada di kelompok yang dianggap kecil dan saya tidak akan pernah jumawa ketika berada di kelompok yang dianggap besar. Saya berpengalaman ada di dua kelompok itu..

Saya dan kami para pimpinan maupun pengurus PKPI lainnya tidak pernah malu dengan keadaan sekarang ini. Keadaan sekarang ini adalah bagian dari proses yang dilindungi UU dan yang harus kami lewati. 

Doakan saja gugatan PKPI dikabulkan dan PKPI menjadi Partai Peserta Pemilu 2019. PKPI akan hasilkan para eksekutif dan legislatif yang bermartabat dan tentu saja mencintai bangsa ini.. 


TEDDY GUSNAIDI
Ketua DPN Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

No comments:

Post a Comment