Breaking

Friday, 9 March 2018

Statement Kivlan zen terkait harta Gatot Nurmatyo yang melonjak, membuka peluang KPK untuk memeriksa Gatot.


Setiap di tanya ke saya, apakah Gatot bisa jadi calon presiden? saya jawab, gatot salah strategi waktu menjabat. Gatot sudah selesai. 

Saya pernah ingatkan waktu gatot masih menjabat, kerja saja dengan benar agar harum namanya, jangan terlena dengan pujian dari kelompok-kelompok itu, karena ketika dia sudah tidak menjabat maka dia akan ditinggalkan dan dilupakan oleh mereka. Tidak ada lagi orang-orang yang menjual dirinya seperti saat dia menjabat.

Sekarang impian gatot musnah, Gatot kelihatannya bekerja sendiri "menjual" dirinya agar dilirik menjadi capres. Tapi apa mau di kata? berita gatot sekarang ini bagaikan sebutir debu di padang pasir. Berita Gatot menerima penghargaan dari pemerintah singapura pun lewat begitu saja, banyak yang tidak perduli. 

Saya tidak tahu apakah statement Kivlan zen adalah bagian dari strategi gatot agar namanya jadi perbincangan secara nasional? Kalau benar, maka betapa kasihan gatot, harus membuat strategi konyol agar mendapatkan perhatian. Kalau tidak benar, maka Gatot harus somasi Kivlan Zen! Karena statementnya itu sama saja menuduh Gatot membuat laporan palsu! 

Kivlan zen mendukung Gatot menjadi capres. Kivlan lalu mengatakan bahwa kekayaan Gatot Nurmantyo lebih banyak daripada kekayaan Prabowo. Tentu saja pernyataan ini mengundang kontroversi dan banyak yang membicarakan. Makanya saya tanya, apakah statement ini sengaja dibuat oleh gatot melalui Kivlan agar jadi kontroversi atau tidak??

Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), ternyata kekayaan Prabowo sangat jauh diatas kekayaan Gatot Nurmantyo. Artinya ucapan Kivlan zen bertentangan dengan LHKPN. Kalau sudah begitu, maka KPK harus bergerak memeriksa Gatot. Kenapa LHKPN Gatot berbeda dengan pernyataan Kivlan zen? 

Kalau Gatot diam saja dan tidak mensomasi Kivlan zen, maka KPK harus bergerak untuk memeriksa Gatot. Apakah benar kekayaan gatot yang sebenarnya waktu menjabat tidak sesuai dengan yang dilaporkan gatot ke KPK? 

Tentu saja Gatot tidak boleh menolak. Karena berdasarkan ketentuan LHKPN, Pejabat negara WAJIB dan bersedia diperiksa kekayaannya sebelum, selama dan sesudah menjabat. Gatot Nurmantyo sudah selesai menjabat, maka KPK berhak memeriksa kekayaannya. 

Kalau saya lihat (Maaf kalau salah), yang terpublikasi adalah kekayaan Gatot Nurmantyo pada tahun 2015 dan belum ada LHKPN Gatot setelah selesai menjabat. Kekayaan Gatot sesuai LHKPN tertanggal 30 September 2015, Milyaran rupiah sedangkan Prabowo Triliunan. 

Jadi kalau kekayaan Gatot di tahun 2018 melebihi Prabowo hingga triliunan, artinya, dalam waktu 2 tahunan saat dia menjabat, terjadi lonjakan kekayaan gatot yang maha dahsyat! 

Sekarang mana yang benar? apakah Kivlan zen atau KPK? Apalagi jika Gatot tidak mensomasi Kivlan zen, artinya statement Kivlan benar. 

Jadi tunggu apa lagi? KPK harus segera bergerak. Dan jangan lupa KPK berterima kasih kepada Kivlan zen karena sudah mengingatkan mereka untuk memeriksa kekayaan Gatot setelah selesai menjabat. 

Mari kita lihat kelanjutannya... 

No comments:

Post a Comment