Breaking

Saturday, 7 April 2018

Mereka menuduh Perpres Jokowi pro pekerja asing. Benarkah?? tidak benar! Malah sebaliknya. Ini faktanya..


Pihak sebelah sana sibuk menyebarkan isu bahwa Jokowi pro tenaga kerja asing dengan membuat Perpres yang mempermudah tenaga kerja asing kerja di Indonesia.

Yang menyebarkan isu tidak paham Perpres Jokowi dan yang menerima juga yang menyebarkan lagi adalah sekumpulan orang bodoh yang sudah ditanamkan kebencian oleh para oknum untuk menjatuhkan nama Jokowi.

Lalu apakah benar kaum sebelah itu kembali menyebarkan hoax? Jawabannya adalah sejak kapan mereka menyebarkan informasi yang benar? Seharusnya yang ditanyakan adalah, apakah kali ini mereka tidak menyebarkan hoax?

Begini.. Saya tanya, apakah di negara ini haram tenaga kerja asing? ternyata tidak. Apakah baru kali ini Indonesia menerima tenaga kerja asing? ternyata dari zaman dahulu Indonesia sudah menerima tenaga kerja asing.

Jadi clear ya, bahwa tenaga kerja asing bekerja di Indonesia sudah ada dari dulu, bukan ada di zaman Jokowi saja. Ini harus diperjelas agar supaya paham.

Perpres Jokowi tentang penggunaan tenaga kerja asing dibuat untuk menyesuaikan dengan perkembangan atas Perpres penggunaan tenaga kerja asing yang dibuat oleh SBY. Perpres Jokowi lahir untuk MENYESUAIKAN dengan perkembangan kebutuhan untuk peningkatan investasi.

Clear lagi ya.. bahwa Perpres ini adalah perpres untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang tidak terangkum dalam Perpres sebelumnya dalam mengikuti perkembangan. Jadi ini bukan hal baru yang diciptakan Jokowi. Catat!

Selanjutnya di Perpres Jokowi disebutkan Tenaga kerja asing di indonesia WAJIB alih teknologi dan WAJIB alih keahlian kepada Tenaga kerja Indonesia. Pemberi kerja Tenaga Kerja asing WAJIB menunjuk Tenaga kerja Indonesia sebagai tenaga kerja pendamping untuk alih Teknologi dan alih keahlian.

Di Perpres buatan SBY, TIDAK ADA SANKSI jika pemberi kerja tenaga kerja asing tidak melakukan alih teknologi dan alih keahlian.

Makin jelas ya.. bahwa berdasarkan perkembangan kebutuhan dan tingkat Investasi, Jokowi ingin agar Pekerja Indonesia bisa menyerap ilmu dari Tenaga Kerja asing.

Ingat, di Perpres Jokowi sangat jelas mengatur bahwa tidak mudah Tenaga kerja asing bisa bekerja di Indonesia dan tidak semua jabatan pekerjaan yang boleh mereka jabat.

Kuota Tenaga kerja asing sesuai dengan investasi yang masuk dan sesuai dengan keperluan, tidak bertambah. Kenapa? karena di Perpres ada yang namanya Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), jadi tenaga kerja asing itu tidak bisa lebih dari RPTKA yang sudah disepakati.

Jokowi membuat Perpres ini bukan seperti doktrin pihak sebelah seolah-olah semua jabatan bisa dikerjakan oleh Tenaga kerja asing dan Tenaga kerja asing bisa sangat mudah bekerja di indonesia. Tapi Jokowi menghapus proses yang terbelit-belit, sehingga proses alih teknologi dan alih Keahlian bisa berjalan dengan cepat.

Selama ini, Tenaga kerja asing yang sudah di sepakati sesuai RPTKA belum bisa bekerja karena prosesnya terbelit-belit sehingga selain memperlambat investasi juga memperlambat alih teknologi dan alih keahlian.

Tidak mudah Tenaga kerja asing bekerja di Indonesia tentu, tapi bukan berarti harus terbelit-belit sehingga memperlambat investasi juga memperlambat alih teknologi dan alih keahlian. Itu yang sedang dikerjakan Jokowi!

Jelas ya.. Perpres Jokowi memperbaiki Perpres SBY yang tidak ada sanksi. Perpres Jokowi tidak memberikan keleluasaan bagi orang asing untuk berbondong-bondong kerja di Indonesia karena ada RPTKA. Perpres Jokowi menghapus proses terbelit-belit sehingga tidak menggangu investasi.

Sebarkan hal ini.. Pihak sebelah menyebarkan hoax biarkan saja, kita yang waras mari sebarkan kebenaran ini.

1 comment:

  1. Tentang tenaga buruh dari tiongkok gimana pak? Menurut bbrp surat kabar byk yg unskill labour.

    ReplyDelete