Breaking

Monday, 9 April 2018

PKS dan Gerindra dilema, mau merapat ke Jokowi malu, gak merapat, kerja mereka sia-sia.


Analisis saya, Prabowo sudah tidak yakin bahwa dirinya masih layak dijual, tapi karena dibawahnya sudah terlanjur berkoar anti Jokowi, sehingga mendorong-dorong dia untuk menjadi Capres. Kalau Prabowo yakin dengan dirinya, tentu sudah dari tahun lalu Prabowo deklarasi. 

Mau kasih tiket ke pihak lain, sulit juga, karena tidak ada tokoh yang elektabilitas dan popularitas paling tidak sama dengan dirinya. Semua bakal calon itu elektabilitas dan popularitas jauh dibawah dirinya. Bagaimana dia mau kasih tiket ke orang yang tidak bisa dijual? 

Kalau mau dipaksakan, misalnya kasih tiket ke Gatot Nurmantyo karena kelihatannya gatot ngotot pengen dapat tiket gerindra, selain sia-sia, Prabowo tentu akan dituding memberikan tiket berdasarkan omongan Kivlan zen bahwa gatot punya banyak uang. Sudah pasti kalah, Prabowo pun sudah pasti dituding mau uangnya Gatot karena dia diisukan bangkrut dan punya banyak hutang. Tentu Prabowo tidak inginkan hal itu..

Setali tiga uang dengan PKS. Tidak ada yang layak untuk mereka usulkan menjadi calon Presiden. Tapi karena anak buah dibawah rajin menyebarkan blunder yang makin menjauhkan PKS dari Jokowi. PKS sedang bingung, mereka sedang mencari cara untuk berbelok ke Jokowi tapi dengan cara soft. 

Presiden PKS sudah terang-terangan mempermalukan orang-orangnya sendiri yang asyik berhalusinasi menyerang Jokowi. Presiden PKS mengatakan bahwa mereka tidak punya calon alternatif dan tidak ada yang calon yang elektabilitasnya lebih tinggi dari Jokowi. 

Gerindra dan PKS sadar bahwa yang mereka lakukan ini sia-sia. Jika mereka memaksa mengusulkan capres-cawapres, maka semakin banyak kesia-siaan yang akan mereka lakukan. Mereka sadar akan hal itu. 

Kalau PAN dan PKB sudah pasti ke Jokowi, mereka cuma lagi coba-coba bermain, siapa tahu bisa dapat bargain bagus. Yah.. namanya coba-coba gak akan lama, daripada ditinggal, mereka pasti akan merapat ke Jokowi. 

Kalau Demokrat sama dengan PAN dan PKB, tapi polanya mau sedikit beda, Agus dijual sana-sini dengan harapan dipanggil oleh Partai pendukung Jokowi sehingga makin kuat bargainnya. Tapi kalau dicuekin, ntar juga dengan sendirinya merapat. Agak lucu memang melihat pola Demokrat yang asik sendiri jualan Agus dan SBY, padahal mereka berdua bukan kontestan dalam Pemilu. 

Jadi mari kita lihat bagaimana caranya PKS dan Gerindra mencari moment untuk bisa merapat ke Jokowi. Biarkan saja mereka galau dan sibuk dengan isu-isu yang mereka pun sadari isu yang mereka lakukan hal yang sia-sia. Dan mari kita lihat juga lucu-lucuan dari PKB, PAN dan Demokrat, yang nanti merapat walau tidak diminta. 

No comments:

Post a Comment