Breaking

Thursday, 5 April 2018

Slogan 2019 Ganti Presiden perlu dibahas? gak perlu, biarkan saja, mereka lagi onani.


Bro, slogan 2019 ganti presiden makin marak, baiknya buat gerakan juga supaya bisa kalahkan slogan tersebut kata kawan saya di telpon kemarin. 

Saya bilang biarin aja, wong orang lagi onani jangan diganggu. Yang bikin slogan mereka, yang teriak mereka juga, jadi biarin aja. Orang onani itu kan orang yang berkhayal, jadi biarin aja. Orang berkhayal main presiden-presidenan misalnya, biarin aja, wong namanya juga lagi berkhayal, gratis. 

Kawan saya tertawa dan bilang, serius ini bro!. Saya bilang, saya serius juga. Ngapain harus berbalas pantun? 

Jadi tidak perlu kita balas nih? tanya kawan saya lagi. Saya jawab, bahwa ada kawan saya yang lain membalas hal itu dengan menyebarkan prestasi Jokowi. Jadi kalau elu mau balas, ya dengan menyebarkan prestasi Jokowi, bukan malah gangguin orang lagi onani. 

Saya lanjutkan, saya katakan begini karena ada alasannya. Coba kalau ganti Presiden, siapa yang layak menggantikan Jokowi sekarang ini? Coba lu jawab siapa yang layak gantikan Jokowi sekarang ini? Coba tanya sama mereka yang sibuk beronani itu, siapa yang layak gantikan Jokowi? 

Coba lihat siapa? Misalnya Gatot Nurmantyo yang dielu-elukan sendiri oleh timnya, apakah dia layak? Sikap dia waktu jadi Panglima TNI kemarin dalam hadapi situasi soal Ahok, PKI dan demo-demoan itu tidak tegas dan tidak jelas, yang ada malah blunder. Padahal dia harusnya bersikap tegas sesuai dengan sikap tegas yang ditunjukkan Presiden. Bagaimana kita bisa punya presiden yang tidak tegas? Dan kalau mau dibuka, mungkin banyak lagi hal yang bisa dijadikan alasan bahwa Gatot tidak layak. Belum dibuka aja..

Atau Prabowo, apa yang bisa dibanggakan??omongannya banyak blunder. Apa inovasi yang diberikan prabowo untuk bangsa ini? ternyata tidak ada. Kalau dibandingkan dengan Jokowi, rekam jejaknya, mereka sama-sama orang bisnis. Tapi lihat siapa yang bisnisnya bermasalah??. Sama-sama pernah jadi pejabat negara, sebelum Jokowi jadi Presiden, Jokowi jadi Walikota dan amanah itu diemban dengan baik dan berjalan mulus. Prabowo di militer tidak berjalan mulus, dia diberhentikan dari militer. Dan kalau mau dibuka, mungkin banyak lagi hal yang bisa dijadikan alasan Prabowo tidak layak. 

Bagaimana kalau TGB? Saya dengar pertama kali nama TGB itu bukan karena prestasi tapi karena masalah perkawinan. Lagian TGB tidak banyak dikenal, jadi untuk dibahas pun TGB sangat belum layak. 

Jadi, kata saya ke teman saya, kenapa mereka akhirnya beronani dengan slogan 2019 ganti Presiden? Karena mereka sadar orang-orang yang mereka dukung untuk jadi Presiden belum ada yang layak. Makanya tidak heran kalau kemudian ada lagi kelompok yang frustasi sama kayak kelompok yang lagi beronani ini, mereka sebarkan isu PKI, isu agama dan sejenisnya untuk menumbangkan Jokowi. Harapan mereka agar masyarakat TERPAKSA memilih orang yang tidak layak jadi Presiden karena Jokowi itu PKI dan anti agama. Cuma itu harapan mereka.. 

Lihat saja, nama-nama yang saya sebut, apakah ada pemikiran mereka tentang Indonesia ke depan? gak ada kan? semuanya sama, jualan umat, jualan agama dan jualan novel. Satu pun tidak ada yang mampu bicara solusi Indonesia ke depan. Mereka bukan tidak mau bicara, tapi karena mereka memang tidak mampu dan tidak paham apa-apa soal solusi Indonesia ke depan. 

Kalau mereka layak, tidak mungkin mereka malah sibuk jualan umat, jualan agama dan jualan novel. Orang yang punya kapasitas yang layak pasti tidak akan melakukan itu. Simple kan? 

Jadi tidak perlu dibalas ya bro? tanya kawan saya setelah saya menjelaskan.

Sambil ketawa dan saya bilang, gak perlu, lu jangan gangguin orang lagi onani, bisa-bisa lu diomelin! Hahaha.. 

No comments:

Post a Comment