Breaking

Friday, 11 May 2018

Membubarkan HTI sangat simple. Tidak perlu pakai hukum NKRI


Puluhan negara bahkan negara-negara Islam menyatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah organisasi terlarang. Hizbut Tahrir adalah sekelompok teroris yang ingin mengambil kekuasaan negara-negara tersebut sehingga mereka diharamkan hidup di negara-negara tersebut. 

Jadi Hizbut Tahrir itu adalah sekumpulan penjahat yang patut diwaspadai. Hizbut Tahrir oleh BNPT dimasukkan sebagai organisasi yang anggotanya dipengaruhi paham Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) dan di Negara lain Hizbut Tahrir masuk dalam golongan organisasi Teroris. 

Pemerintah Indonesia sudah menyatakan Al-Qaeda dan ISIS adalah organisasi terlarang dan tidak boleh hidup di Indonesia. Maka Al-Qaeda Indonesia dan ISIS indonesia tidak boleh ada di Indonesia. Begitupun dengan Hizbut Tahrir, mereka adalah organisasi asing (Partai politik asing), Maka pemerintah tinggal membuat keputusan bahwa Hizbut Tahrir adalah organisasi asing yang dilarang hidup di negara Indonesia. Sama seperti Al-Qaeda dan ISIS. Maka secara otomatis HTI tidak boleh hidup di negara ini, karena HTI adalah cabang Hizbut Tahrir di Indonesia! 

Jadi tidak perlu pakai UU Ormas, tidak perlu harus ada persidangan, karena mereka itu wakil dari organisasi asing yang sudah diharamkan keberadaannya. Otomatis HTI bubar karena Hizbut tahrir sebagai induknya sudah dinyatakan haram.

Sama seperti Partai Politik di Indonesia. Misalnya Partai X oleh Menkumham sebagai Partai terlarang, maka Partai X di provinsi, kabupaten, Kota, kecamatan, kelurahan, Rw dan RT dinyatakan juga terlarang dan tidak boleh melakukan kerja politik. Begitupun HTI, Jika pemerintah menyatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah kelompok teroris yang berkedok agama sehingga tidak boleh ada di Indonesia, maka HTI otomatis kelompok teroris yang berkedok agama yang harus dibersihkan dari bumi Indonesia juga.

Jadi HTI itu tidak berdiri sendiri, HTI itu adalah perwakilan Hizbut Tahrir. Dan tentu saja mereka menjalankan pola Hizbut Tahrir. Kalau berdiri sendiri tentu namanya bukan Hizbut Tahrir, tentu benderanya bukan Hizbut Tahrir, tentu pola perjuangannya bukan pola perjuangan hizbut tahrir. 

Jadi pemerintah tinggal samakan Hizbut Tahrir dengan ISIS dan Al-Qaeda, maka HTI otomatis diharamkan ada di Indonesia dan tidak boleh melakukan dakwah yang menyesatkan lagi. Pemerintah dengan mudah membumihanguskan HTI karena induk HTI sudah dinyatakan organisasi teroris. 

Apalagi HTI kan tidak setuju dengan pola demokrasi Indonesia, jadi memang mereka gak perlu lagi mengikuti hukum bangsa ini. Simple kan? 

No comments:

Post a Comment