Breaking

Sunday, 17 June 2018

Apa yang terjadi jika kasus Rizieq di SP3?


Jika ada yang tanya, bagaimana ini? kok kasus Rizieq di SP3? ya udah mau diapain? berarti penyidik kepolisian menilai belum ada bukti kuat. Mosok harus marah sama polisi? emangnya kita lebih tahu dari polisi? ya biarkan saja..

Kalau ada yang marah, maka bantu polisi berikan bukti-buktinya. Karena polisi jelas mengatakan kalau ada bukti baru, kasus Rizieq akan dibuka lagi. Kalau gak bisa membantu, lalu kenapa harus marah? Namanya juga tersangka, belum tentu bersalah, baru disangka bersalah. 

Kalau ada yang bilang, kenapa tidak biarkan saja kasus ini sampai selesai Pemilu? kenapa harus sekarang? 

Loh!? apa hubungannya Pemilu dengan kasus pidana rizieq? Rizieq urusannya dengan dugaan melakukan pornografi, sedangkan Pemilu tidak ada urusannya dengan Pornografi. Jadi jangan dihubung-hubungkan. 

Kalau ada yang bilang, nanti Rizieq pulang bisa menjadi kekuatan untuk tumbangkan Jokowi, maka saya pastikan yang bilang itu kelompok sebelah yang ingin memancing pendukung Jokowi untuk fokus menyerang Rizieq. Jangan terpancing. Karena gak perlu ada yang dikhawatirkan terhadap Rizieq.

Apa yang dikhawatirkan sih? Logikanya begini, Prabowo yang elektabilitas dan popularitasnya nomor dua setelah Jokowi untuk jadi Presiden, tidak dipercaya oleh Partai-partai untuk diusulkan menjadi Capres. Lalu bagaimana bisa Rizieq jadi ancaman sedangkan elektabilitas dan popularitasnya berkali-kali lipat jauh dibawah Prabowo?

Kalau ada yang bilang Rizieq memang tidak nyapres, tapi arahan Rizieq bisa membuat partai-partai memilih capres selain Jokowi. Jelas yang bilang itu ngawur. 

Kenapa saya katakan ngawur? Karena sudah terbukti arahan Rizieq dianggap angin lalu oleh Partai-Partai. Koalisi keumatan yang dirancang Rizieq untuk 4 Partai dianggap angin lalu. Gerindra tersirat menolak, PKS tetap dengan 9 calonnya dan Amien rais malah mencalon dirinya jadi Capres. Tidak ada yang menuruti apa yang sudah diputuskan Rizieq. Dianggap saja tidak, bagaimana mereka mau ikuti arahan rizieq?

Lalu ketika Rizieq nanti pulang, mau apa dia dengan urusan Pilpres, sedangkan Partai-partai tidak ingin dia ikut campur? 

Jadi mau Rizieq di SP3 atau tidak, mau Rizieq di arab atau di Indonesia, gak ada pengaruhnya sama sekali untuk pemilu. 

Statement saya bukan statement basa-basi, karena fakta-fakta menunjukkan Rizieq bukan siapa-siapa di negara ini. Jadi apa yang dikhawatirkan? Kalau pun Rizieq teriak-teriak soal pemilu biarkan saja, karena teriakannya hanya akan menjadi teriakkan saja, karena Pemilu ini urusan Partai bukan ormas apalagi Rizieq. 

Hal ini pun membuktikan bahwa pemerintah tidak ada intervensi dan tidak menganggap Rizieq berpengaruh. Rizieq tidak ada bedanya dengan tersangka lain, cuma bedanya tersangka lain di Indonesia sedangkan Rizieq gak mau pulang ke Indonesia. Itu saja.. 

Rizieq besar karena pemberitaan saja dan digunakan oleh beberapa pihak untuk kepentingan politik menyerang Pemerintah. Padahal bagi pemerintah, Rizieq bukan urusan yang harus diurus. Lihat saja, Jokowi lebih menganggap anak yang makan mangga asem daripada Rizieq yang gak pulang-pulang. 

Saya dan yang lain yang membahas rizieq pun karena menyikapi pemberitaan saja, karena bagi saya pribadi, Rizieq bukanlah orang yang berjasa untuk bangsa ini, dia belum melakukan hal besar untuk bangsa ini.

Kasus Rizieq di SP3? ya biarkan saja, tokh ada atau tidak adanya rizieq, tidak mempengaruhi apapun untuk pemilu dan negara ini. Paling akan dimanfaatkan oleh para oknum partai dan para calo politik untuk menyerang Jokowi. Biarkan sajalah.. gak ngaruh ini. 

2 comments:

  1. Mari pulang marilah pulang...bersama sama.

    ReplyDelete
  2. Justru menurut saya enggak seperti itu mas, banyak tuduhan yang bilang bahwa rizieq itu bebas karena bantuan hukum serta presiden (jokowi), dia pun ngomong di video yang dia unggah sendiri. Justru kedatangan rizieq ke Indonesia ini malah akan dimanfaatkan oleh pendukung2 dan oposisi Jokowi untuk bisa mempengaruhi Rizieq untuk menggerakkan ormas2nya dalam pilpres 2019 nanti sebagai pendukung Jokowi nantinya.

    ReplyDelete