Breaking

Sunday, 10 June 2018

Coba Pak SBY titip Agus yudhoyono ke PKPI, saya dan Diaz siap membimbingnya.


Partai Demokrat panik, serangan mereka ke Jokowi melalui Agus Yudhoyono berbalik ke diri mereka sendiri. Saking paniknya mereka menyerang membabi-buta. Saking membabi buta, mereka kemudian mau samakan Agus Yudhoyono dengan Diaz Hendropriyono, Ketua umum PKPI. Wah ngawur! 😄 

Menyamakan Agus dengan Diaz tentu itu hal yang menggelikan. Kenapa? Karena kalau mau diibaratkan, Diaz Hendropriyono itu adalah Lukman sardi anaknya Idris Sardi. Sedangkan Agus Yudhoyono adalah Julian Lennon anaknya John Lennon. 

Lukman sukses tanpa bayang-bayang bapaknya, dan Julian tidak sukses, terus dibawah bayang-bayang bapaknya. Sampai hari ini Julian terus menjual nama bapaknya. 

Lukman sardi adalah aktor yang punya kemampuan di atas rata-rata sehingga dia menjadi aktor hebat. Orang mengenalnya sebagai aktor hebat bukan lagi anaknya Idris Sardi. Julian lennon adalah anak musisi hebat John Lennon. Sayangnya dia tidak mampu menjadi musisi hebat dan dia terus terintimidasi dengan ayahnya. Julian tampil di media karena bapaknya bukan karena dirinya.

Walaupun Diaz Hendropriyono adalah anak Tokoh besar Jenderal AM. Hendropriyono, tapi diaz adalah salah satu tokoh utama dibalik kemenangan Jokowi di Pilkada DKI 2012 dan salah satu tokoh utama dibalik kemenangan Jokowi sebagai Presiden RI.

Diaz membentuk kelompok dan tim yang solid di seluruh Indonesia, bukan partai politik, tapi dia membangun semua jaringan di seluruh Indonesia dari nol. Jaringan untuk pemenangan Jokowi sebagai Presiden.

Maka sangat wajar ketika Jokowi menjadi Presiden, Diaz menjadi salah satu orang kepercayaannya. Diaz diangkat menjadi staff khusus presiden. Semua yang dilakukan diaz hingga pencapaiannya hari ini adalah atas usaha dia sendiri, bukan karena bapaknya.


Saya secara pribadi mengenal dengan baik Jenderal AM. Hendropriyono, beliau bilang ke saya, dia bangga dengan Diaz bisa sampai pada titik ini, tanpa campur tangan dirinya. Anak-anaknya juga tidak ada yang mengikuti jejaknya masuk di militer.

Bagaimana dengan Agus Yudhoyono? Agus masuk militer mengikuti bapaknya. Berhenti dari militer karena mengikuti keinginan bapaknya. Jadi Cagub karena bapaknya. Jadi petinggi Partai karena bapaknya. Agus diserang dalam politik dibela sama bapaknya. 

Rekam jejak agus di politik sama sekali tidak ada. Semua yang Agus kerjakan, sejak awal hingga sekarang, terus disediakan bapaknya.

Jadi bagaimana bisa Demokrat mau bandingkan Agus yudhoyono yang hanya anak SBY dengan Ketua umum PKPI yang berkarir karena dirinya sendiri? Janganlah.. kasihan Agus, makin terlihat seperti bocah yang terus disuapin.

Demokrat mulai biasakanlah untuk fokus sesuai dengan substansi dalam perdebatan politik. Jangan melebar kemana-mana. Kalau seperti ini, akhirnya mempermalukan diri mereka sendiri. Ini juga membuktikan bahwa SDM Demokrat ternyata tidak sebanding dengan nama besar Demokrat.

Karena saya menyikapi statement Agus Yudhoyono yang ngawur tentang revolusi mental, ya cobalah SDM Demokrat bantah statement saya dan cari pembenaran atas statement Agus. Jangan malah menyerang gak jelas. Akhirnya agus sendiri yang malah dipermalukan.

Kalau Pak SBY ingin Agus Yudhoyono menjadi orang besar, titip agus ke PKPI, nanti kami ajarkan bagaimana caranya mandiri agar bisa menjadi politisi hebat tanpa harus merengek ke orang tua. 

Saya dan Diaz Hendropriyono siap membimbing Agus.

No comments:

Post a Comment