Breaking

Monday, 18 June 2018

Perlakuan ke Novel itu biadab. Tapi perlakuan Novel ke pihak kepolisian dan pemerintah, itu kurang ajar.


Siapa yang bisa buktikan bahwa kasus Novel Baswedan itu kasus politik? tidak ada kan? bisa jadi ini kasus pribadi. Apalagi Novel tidak kooperatif saat kasusnya ditangani. Terkesan pongah..

Jadi yang menuding polri tidak menangani kasus Novel dengan baik, apakah punya bukti? ternyata tidak. Apakah ini kasus politik? kalau punya serahkan dong, ternyata tidak ada yang punya. 

Kerjaan Novel Baswedan tuding sana-sini dan desak sana-sini tapi gak bisa memberikan bukti apapun, cuma membuat gaduh saja. 

Saya menangkap kesan, ini kasus pribadi yang mau diarahkan jadi kasus politik. Memanfaatkan nama KPK dan konyolnya komisioner KPK juga ikut-ikutan latah. Tapi sayangnya baik KPK dan Novel gak punya arah untuk mengarahkan kasus ini, jadinya malah terlihat murahan.

Novel Baswedan harusnya kooperatif sehingga polri bisa ungkap kasus ini. Apakah ini kasus politik atau pribadi bisa terungkap. Kalau dengan cara ngawur mendesak polisi dan pemerintah tapi dianya sendiri tidak bisa diajak kerjasama, ini namanya kurang ajar.

Kalau ngotot gak jelas begini, biasanya ada agenda tersembunyi..

Kalau ikuti cara ngawur Novel baswedan, maka setiap orang yang dipukul penagih hutang, bisa klaim ini kasus politik dan meminta pemerintah bentuk TGPF. Ini bisa jadi cara baru setiap orang agar hutang mereka lunas. 

Novel itu hanya karyawan KPK. Gak ada bedanya dengan yang lain, jadi kenapa dia mau menspesialkan dirinya dengan bukti yang minim? 

Sangat biadab orang yang menyiram air keras ke Novel Baswedan, kalau hukum bisa berbalas dendam, maka pelakunya harus merasakan hal yang sama, disiram air keras juga. 

Tapi janganlah kemarahan Novel ke pelaku lalu ditimpakan ke kepolisian dan pemerintah. Yang berbuat siapa yang disalahkan siapa. Minta bantuan polisi tapi polisi yang didikte. Itu kurang ajar namanya. 

Sebaiknya Novel Baswedan mulai merubah sikapnya jika ingin kasus ini tuntas. Mulai lagi dari awal, bersikap kooperatif dan berikan apapun yang dia ketahui ke pihak kepolisian, bukan malah sibuk berikan keterangan ngawur ke media. Polisi pasti dengan senang hati memproses karena merasa tidak diintervensi dan didikter.

Kalau kelakuan Novel baswedan masih seperti sekarang, orang yang tadinya simpati bisa menjadi antipati. Polisi yang menangani pun bisa jadi akan mengatakan, untuk apa mereka bekerja untuk kasus ini kalau novel mau kasusnya harus sesuai dengan halusinasinya. Biarkan sajalah.. wong, dia sudah merasa lebih hebat dari polisi.. 

Semoga novel bisa merubah sikapnya sehingga kasus ini cepat terungkap..

No comments:

Post a Comment