Breaking

Monday, 25 June 2018

Prabowo sengaja dilemahkan oleh "orang-orang dekatnya"


Beredarnya foto uang yang berstempelkan nama Prabowo, analisis saya ini bukan dibuat oleh Gerindra, Prabowo atau pendukung Prabowo. Ini pola kuno dan bodoh permanen kalau sampai kelompok Prabowo yang membuatnya.

Dan betapa bodohnya jika uang yang berstempel nama Prabowo itu dibuat oleh pendukung Jokowi untuk memfitnah Prabowo, karena akan mudah terbaca. semua orang tahu yang sedang "head to head" untuk urusan Pilpres, sekarang itu Jokowi dan Prabowo. 

Foto uang yang berstempel nama Prabowo itu dibuat oleh pihak yang sangat bernafsu ingin mengambil tiket capres Gerindra. Mereka ingin jatuhkan nama Prabowo sehingga bisa gunakan tiket Gerindra untuk berhadapan dengan Jokowi di Pilpres 2019. 

Jadi analisis saya, ini permainan "orang dekat" Prabowo. Pihak yang berseberangan dengan Jokowi tapi terlihat seperti mendukung Prabowo. Mereka lemahkan Prabowo dari dekat dan bahkan memberikan masukan ke Prabowo untuk bersikap yang makin menjatuhkan elektabilitas Prabowo sendiri. Dan mereka juga yang menyebarkan uang bertuliskan nama Prabowo. Mereka gunakan pola 2014 untuk jatuhkan nama Prabowo. 

Sampai detik ini Prabowo masih digoyang untuk tidak nyapres, tapi sayangnya Prabowo masih ingin nyapres. Maka satu-satunya cara untuk merebut tiket capres dari tangan Prabowo, dengan menjerumuskan Prabowo untuk berstatement konyol dan menyebarkan uang bercap nama Prabowo. 

Mungkin saja pada Pilpres 2014 Prabowo gunakan pola itu, dan terbukti pola itu tidak bisa memenangkan dirinya. Kalau sekarang pola yang dipakai dulu digunakan lagi, sepertinya terlalu riskan dan sia-sia. Tapi rekam jejak 2014 itu yang dipakai lagi oleh "orang dekat" Prabowo untuk menjatuhkan elektabilitas prabowo sehingga bisa merebut tiket Gerindra.

Jadi ini adalah pertarungan antara Prabowo dengan "orang dekatnya". Orang-orang yang kelihatannya Pro Prabowo. Saran saya, Prabowo harus mulai berhati-hati dan mulai menilai orang-orangnya lebih dalam lagi.

Ingat, tiket anda itu sedang diperebutkan. 

No comments:

Post a Comment