Breaking

Monday, 11 June 2018

Revolusi Mental itu bukan sejenis Combro


Beberapa pihak dengan percaya diri menanyakan mana bukti revolusi mental Jokowi? apa bentuknya? malah ada yang dengan lebih percaya diri mengatakan Jokowi terbukti gagal membuat program revolusi mental. 

Saya heran, mereka tidak paham tapi mereka dengan percaya diri mengatakan terbukti gagal. Kalau saya di tanya mana bentuk dan bukti revolusi mental berjalan, maka jawabannya adalah sudah berjalan dan terus berproses. Saya dan yang lainnya sudah merasakan dan anda belum merasakan. Karena belum merasakan maka anda adalah bagian dari yang sedang berproses itu. 

Pasti mereka tidak akan paham, karena mereka pikir revolusi mental itu seperti combro, ada bentuk fisiknya yang bisa di hitung. 

Revolusi mental adalah perubahan cara berfikir dan berperilaku. Misalnya soal bangsa ini, saya dan yang lain merasakan bahwa cara berfikir saya soal bangsa dan perilaku saya terhadap bangsa ini berubah. Dari hanya biasa-biasa saja, kini saya merasakan saya harus berbuat untuk bangsa ini dan saya terapkan. Ini ada perubahan mendalam yang tidak bisa dihitung seperti orang membuat dan menghitung combro.

Anda dan para koruptor adalah orang-orang yang masih berproses. Kalian belum final berproses dalam revolusi mental, sehingga anda mendukung kaum radikal dan beberapa pejabat seenaknya melakukan korupsi. Saya dan yang lainnya sudah selesai berproses. Makanya saya dan lainnya tidak lagi cuek dan punya sikap untuk membela negara ini. 

Itulah contoh revolusi mental.. yang di lihat perubahan cara berfikir dan berperilaku. Dulu saya berfikir biarkan saja fitnah bertebaran, nanti juga orang akan tahu itu fitnah. Ternyata setelah saya merevolusi mental saya, saya berfikir bahwa jika dibiarkan isu terus menerus, maka akan menjadi sesat dan isu itu akan dianggap sebagai sebuah kebenaran. Makanya setelah pikiran saya berubah, maka saya segera bertindak untuk menghantam isu itu. 

Sama seperti ajaran agama yang disampaikan oleh para nabi, kalau cara berfikir seperti yang mempertanyakan mana bukti reformasi mental dan menuding reformasi mental gagal, maka mereka akan mengatakan bahwa Nabi gagal karena masih banyak yang berbuat maksiat, bahkan lebih gilanya lagi mereka bisa menuding Tuhan gagal. 

Pemberantasan korupsi dan pemberantasan radikalisme adalah bagian dari kerja pemerintah untuk mendukung program Revolusi mental. Manusia Indonesia harus mendapatkan hal yang positif sehingga bisa menjadi manusia yang lebih baik. 

Faktanya ternyata yang mempertanyakan soal revolusi mental adalah orang-orang yang malah membiarkan bahkan ada yang cenderung membela kelompok radikal melakukan kegiatan ilegal dan kerusakan mental di Indonesia. 

Jadi sekali lagi, Revolusi mental itu adalah perubahan cara berfikir dan berperilaku. Bukan kue combro yang bisa dihitung secara matematika. 

No comments:

Post a Comment