Breaking

Saturday, 9 June 2018

Temanmu adalah rivalmu dan lawanmu adalah rivalmu


Bagaimana strategi kita untuk bisa mendapatkan kursi di dapil ini? untuk bisa memenangkan pertarungan di dapil ini? Itu adalah pertanyaan yang sering ditanyakan pada saya oleh para caleg beberapa tahun lalu saat meminta saya menjadi konsultan mereka. 

Pertanyaan ini rata-rata menjadi pertanyaan mayoritas para caleg. Dan tidak sedikit di luar sana para konsultan yang kemudian memberikan jawaban baik secara teknis maupun non teknis atas pertanyaan itu. Yang penting mereka dibayar karena ada jawaban.

Bagi saya apakah jawaban itu bermanfaat atau tidak, itu lain soal, tapi yang menjadi soal adalah ketika ada pertanyaan seperti itu. "Bagaimana kami bisa dapatkan kursi atau bisa memenangkan pertarungan di Dapil X atau Dapil Y?"

Saya dengan tegas selalu mengatakan kalian bertanya tentang hal yang tidak mungkin kalian lakukan atau melakukan hal yang sia-sia. Bertanya saja sudah keliru, apalagi jika menjalankan jawaban dari pertanyaan, itu makin keliru dan makin sia-sia. 

Kenapa?

Karena ini adalah Pemilihan anggota legislatif, bukan pemilihan Partai politik. Jadi tidak ada kata KAMI atau kata KITA dalam pemilu legislatif ini, yang ada hanyalah SAYA atau AKU. Siapa yang mendapatkan suara terbanyak, itulah yang akan duduk di legislatif. Itu faktanya.. 

Ketika sudah dilapangan, tidak ada lagi kata kami atau kita, karena setiap orang akan berusaha memenangkan dirinya, bukan memenangkan Partainya. Saya kemudian tegaskan bahwa kawan satu dapil di Partai yang sama adalah rival utama dalam memperoleh suara dibandingkan dengan rival satu dapil di Partai lain. 

Kok bisa?? 

Karena satu sama lainnya sudah saling mengenal, mereka biasanya di pertemukan dalam setiap konsolidasi pemenangan oleh Partai politik dan diminta untuk bekerja sama, yang ada akhirnya antar mereka bisa saling tahu kelemahan dan kekuatan masing-masing dan hal itu mereka pergunakan untuk mengalahkan satu sama lainnya, bukan untuk bekerjasama.

Tidak ada yang namanya caleg bergerak untuk kepentingan Partai, tapi caleg bergerak untuk kepentingan dirinya sendiri. Partai hanyalah kendaraan untuk bisa dapatkan status caleg. Hanya itu.. 

Ini fakta dilapangan...

Sayangnya banyak yang berusaha mengingkari bahwa itu fakta dilapangan lalu membuat strategi yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ada juga yang tidak tahu fakta di lapangan lalu membuat strategi yang makin jauh dari kenyataan di lapangan. Semua ini hanya menjadi wacana yang tidak bisa diimplementasikan atau kalau pun dipaksa untuk diimplementasikan, tidak akan bisa mempengaruhi suara para caleg dilapangan. 

Strategi yang lahir dari imajinasi akan menghasilkan strategi halusinasi. Strategi halusinasi hanya akan menghasilkan langkah yang tidak mempengaruhi apapun selain hanya keramaian.

Fakta dan kenyataan dilapangan, persoalan caleg adalah persoalan individu. Saya katakan bahwa setiap caleg lain adalah rivalmu. 

Memang terkesan tidak mengenakkan dan terlihat tidak ada kekompakan, tapi suka tidak suka, mau tidak mau kita harus terima fakta dilapangan bahwa temanmu adalah rivalmu dan lawanmu adalah rivalmu. 

Harus dari situ berangkatnya jika ingin meracik strategi. Dan tentu saja yang bisa meracik adalah seniman politik bukan hanya sekedar politisi atau keputusan bersama. 

Tidak akan pernah ada lagu "Yesterday" jika dibuat oleh 4 Personel The beatles. "Yesterday" bisa menjadi indah karena lahir dari tangan Paul McCartney. "Love me tender" Tidak akan pernah menjadi lagu abadi jika saat itu diaransement rock dan full band. Keindahan lagu itu muncul ketika dinyanyikan secara accapela. Maka dari itu dalam rekaman, suara Elvis Presley di buat sangat dominan dan suara gitarnya terdengar sayup-sayup. Memang sangat sederhana.. tapi karena racikan sederhana itulah membuat Love me tender menjadi lagu yang indah. 

Strategi itu tidak harus terlihat ramai atau tidak ramai, tapi bagaimana bisa sesuai dengan para pelaku dilapangan. 

Tidak semua orang bisa menjadi pencipta lagu handal. Tapi setiap orang bisa menjadi pemain musik yang handal. Dan yang dibutuhkan adalah pencipta lagu handal.. 

No comments:

Post a Comment