Breaking

Tuesday, 26 June 2018

Tim sukses dan calon Kepala daerah fokus saksi di TPS. Gak perlu ikut berisik seperti para oknum pengurus pusat Partai.


Besok, 27 Juni 2018 dilaksanakan Pilkada serentak diberbagai daerah. Proses kampanye sudah selesai dan kini sudah masuk pada masa tenang. Masa di mana hiruk pikuk kampanye tidak ada lagi dan masyarakat sudah siap untuk memilih calon pimpinan daerah mereka. 

Para tim sukses dan calon malam ini gak perlu ikut-ikutan berisik seperti oknum orang pusat Partai yang sekarang ini sibuk berisik di media terkait pilkada. Karena mau seberisik apapun, masyarakat sudah punya sikap dan sudah punya pilihannya masing-masing. Oknum orang pusat yang sekarang lagi berisik itu, hanya memanfaatkan pilkada untuk kepentingan lain.

Yang perlu dilakukan oleh tim sukses dan calon kepala daerah adalah koordinasi akhir dengan para saksi dilapangan. Itu yang terpenting untuk menyelamatkan data pemilih daripada ikutan berisik seperti para oknum orang-orang pusat itu. Karena saksi adalah hal yang sangat-sangat penting dalam Pilkada 

Dan saya yakin tim sukses dan calon kepala daerah beberapa hari ini fokusnya koordinasi saksi untuk menyelamatkan data di TPS. Mereka tidak peduli ocehan oknum pengurus partai di pusat. Bagi mereka ocehan tidak akan mungkin bisa menyelamatkan data di TPS. 

Belum lagi para calo politik dan dayang-dayangnya oknum pengurus pusat, mereka sibuk seolah-olah peduli dengan pilkada, padahal mereka sedang mencari nafkah. Memang sangat menyebalkan dan mengganggu, tapi rata-rata tim sukses dan calon diam saja, karena gak enak kalau menegur.

Kalau para oknum pengurus pusat yang berisik itu menggoreng isu kecurangan Pilkada melalui KTP ganda atau kartu pemilih, itu pengurus ngawur, karena hal itu gak bisa dipakai untuk kecurangan. 

baca di sini..

"100 juta E-KTP palsu sekalipun tidak akan bisa memanipulasi Pemilu, dan Amien rais perlu banyak belajar soal Pemilu"

Hasil Pildaka, bisa saja ada pihak yang tidak puas. Mereka bisa ajukan perselisihan ke MK. Karena di UU, yang dibutuhkan bukti suara. Maka yang diperlukan di MK adalah bukti suara di TPS. Gak bisa congor para oknum pengurus pusat yang berisik itu dijadikan bukti di MK. 

Mari kita sukseskan Pilkada serentak 2018! 

No comments:

Post a Comment