Breaking

Tuesday, 31 July 2018

Akhirnya Rayap itu keluar juga..


Mengusir biang masalah yang sudah mulai nyaman di dalam memang tidak mudah, butuh kerja cerdas untuk bisa mengusirnya. 

Alhamdulillah berhasil..

Bagi saya dia rayap. Dia akan menggerogoti bangunan kayu kokoh sehingga menjadi rapuh. Sayangnya rayap itu sudah masuk ke dalam kayu. Kalau di semprot dengan bahan kimia, berbahaya akan merusak kesehatan penghuni. Kalau di bakar takut akan membakar seluruh bangunan. 

Cara mengusirnya adalah dengan cara alami, memanfaatkan kelemahan rayap dengan memanfaatkan alam. Berikan sinar matahari langsung sehingga rayap tidak lagi nyaman dan keluar dari lubang-lubang kayu yang telah mereka buat. Letakkan kardus bekas di ruang lembab sebagai tempat singgahnya.. 

Bahaya ini! itu pikiran awal saya, ketika yang lain sibuk bermain drama, dia malah diam dan begitu nyaman dengan sang calon. Proses pengusiran sudah dijalankan jauh hari, tapi kenapa dia masih begitu nyaman di tempat calon? Dia sudah pasti akan merusak.. 

Untuk itu di analisis, dimana kelemahannya. Ternyata dia tidak suka dianggap anak penurut. Maka langkah awal adalah menuduh dia anak penurut, bukan dengan menyerangnya. Ketika dia dilabelkan anak penurut, maka dia akan merasa diremehkan dan dia akan berusaha menunjukkan bahwa dia bukan anak penurut.

Setelah dia mulai sedikit keluar dari zona nyaman dan mulai ikut bermain drama seperti yang lain, maka remehkan dia! katakan bahwa dia tidak perlu dipikirkan, dia sedang bermain drama, dia itu tidak akan kemana-mana, sudah nyaman di barisan ini. Perkataan itu akan membuat dia semakin tertantang..

Terus remehkan dia agar dia semakin memperbesar langkah untuk keluar dari ruangan yang nyaman. Katakan bahwa dia tidak perlu dipikirkan, dia sudah nyaman di ketiak calon. Maka dia akan menunjukkan bahwa dia bukan orang yang berada di ketiak calon. 

Kalau dia bukan orang yang berada di ketiak calon, maka dia harus meyakinkan bahwa drama yang dia lakukan itu bukan drama. Dan untuk meyakinkan bahwa dia bukan orang yang berada di ketiak calon, dia harus buktikan dengan mengkritik dan menyerang sang calon. Remehkan lagi bahwa dia tidak akan punya nyali untuk menyerang. 

Tentu saja karena karakternya yang tidak mau terlihat sebagai pengikut atau orang yang diperintah, maka dia akan mengkritik dan menyerang calon yang sudah memberikan ruang nyaman bagi dirinya sesuai dengan keinginannya. Dia akan menyerang lebih dahsyat dari yang lain.. 

Ketika yang lain sudah selesai bermain drama, dia tidak, karena terus diremehkan. Semakin diremehkan, maka semakin liar dia tunjukkan bahwa dia itu bukan orangnya calon, dan dia akan semakin tersugesti untuk tunjukkan bahwa calon yang membutuhkan dia bukan dia yang membutuhkan calon. 

Ketika dia mulai menyadari bahwa dia terperangkap dalam permainan, dia buru-buru ingin kembali, sayangnya dia keluar sudah terlalu jauh, ketika dia kembali, ternyata kayu itu sudah diberikan cat anti rayap. Dia panik dan mencari celah untuk bisa masuk kembali, tapi tidak ada lagi celah.. 

Mau tidak mau dia harus ke kardus bekas, berkumpul dengan rayap lain yang terkena sinar matahari duluan. Dia berebutan menggerogoti kardus bekas dengan rayap yang lain. Kardus memang tidak selezat kayu, tapi tidak ada pilihan lain baginya, karena dia tidak bisa masuk lagi ke kayu..

Ucapkan salam perpisahan, karena sebentar lagi saya akan menyalakan api untuk membakar kardus bekas itu...

No comments:

Post a Comment