Breaking

Thursday, 19 July 2018

Jika ingin dianggap ada, Demokrat sebaiknya berkoalisi dengan Gerindra


Kenapa PKS belum bisa bekerjasama dengan Gerindra? Karena PKS sangat tidak yakin Prabowo bisa memenangkan pertarungan ini. Kalau PKS yakin, sudah dari awal mereka sepakat, karena sejak awal hasil musyawarah Majelis Syuro PKS, tidak mempermasalah capres diluar dari PKS

Kalau begitu, kenapa Gerindra tidak beralih ke Partai lain? Gerindra bisa beralih ke Demokrat, Karena Demokrat sangat mendukung Gerindra capreskan Prabowo. Dan Gerindra dengan tegas dalam Rakornas menyatakan memberikan kewenangan pada Partai koalisi untuk menentukan cawapres.

Sepertinya Gayung bersambut, karena Demokrat tidak seperti PKS yang masih belum sepakat mencapreskan Prabowo. Dari awal Demokrat tidak pernah mengusulkan Capres, tapi Cawapres. Klop! Karena dalam Rakornas Gerindra, Gerindra menyerahkan soal cawapres ke Partai Koalisi..

Tapi koalisi Gerindra-Demokrat sepertinya sulit terjadi karena Demokrat mengajukan AHY sebagai Cawapres. Gerindra Menolak AHY bahkan dengan tegas Wakil ketua umum Gerindra Arief Pouyono mengatakan, bisa hancur negeri ini jika anak boncel (AHY) jadi Wapres.

Ini masalahnya kenapa Partai-partai tersebut belum bisa memutuskan koalisi, mereka saling tersandera. Tersandera atas keputusan mereka sebelumnya. Gerindra tersandera keputusan rakornas, PKS tersandera keputusan Majelis syuro dan Demokrat tersandera keputusan mereka sendiri yang akan majukan AHY di Pilpres.

Hitungan PKS, jika Prabowo jadi capres, mereka kalah. Hitungan Gerindra, jika AHY jadi cawapres, mereka kalah. Hitungan Demokrat, sesuai yang disampaikan wakil ketua umum Demokrat, kalau bukan AHY cawapresnya, mereka tidak akan berkoalisi dengan Gerindra. Klop sudah..

Masalahnya, mereka masing-masing tidak yakin dengan tokoh yang diusulkan Partai lain, mereka kesulitan menemukan orang yang tepat sehingga antar mereka saling menyerang satu dan lainnya. Ini karena ketidakyakinan terhadap satu dan lainnya.

Sedangkan Partai pengusul Jokowi malah menyerahkan kepada Jokowi untuk menentukan Cawapresnya. Tidak ada saling sandera. Koalisi ini terjadi karena punya tujuan sama, yaitu mengusukan Jokowi menjadi Capres. Tidal lagi mencari capres. 

Menarik melihat kondisi ini, tapi saran saya, SBY tunda dulu ambisinya untuk menjadikan anaknya cawapres, sehingga bisa berkoalisi dengan Gerindra. Cuma ini cara agar sandera-sanderaan ini terlepas. Ini tergantung keikhlasan SBY.

Karena jika Demokrat berkoalisi dengan Gerindra, Demokrat bisa "Mengatur-atur" dalam koalisi tersebut. Posisinya sama, karena saling membutuhkan. Tapi kalau gabung dengan barisan Jokowi, Demokrat gak bisa "Mengatur-atur". Karena ada atau tidak ada demokrat, tidak ada pengaruhnya.

Semoga koalisi Gerindra-Demokrat segera terjadi dengan catatan SBY harus mengalah. Dengan begitu Demokrat akan merasa punya arti di sana. Kalau bergabung di barisan Jokowi, keberadaan mereka akan sama seperti ketiadaannya mereka. Akan tidak punya arti..


No comments:

Post a Comment