Breaking

Thursday, 5 July 2018

Jokowi fokus saja bekerja untuk rakyat. Tanpa perlu berkeringat, Tiket anda aman di tangan kami.


Saya di tanya seorang kawan, kalau seandainya MK memutuskan bahwa Presidential Threshold 20% untuk mengusulkan Presiden di UU Pemilu "dicabut", bagaimana sikap PKPI? 

Saya jawab, permohonan uji Materi UU Pemilu tentang Presidential Threshold tidak akan dikabulkan, karena yang mengajukan permohonan tidak punya legal standing. 

Tapi kalau dikabulkan bagaimana? tanyanya.. 

Ya mungkin bisa dikabulkan kalau yang mengajukan permohonan itu misalnya PBB, itupun kalau mereka punya batu uji baru sehingga bisa mengajukan permohonan lagi. Selain itu gak bisa, karena PKPI sampai detik ini belum terpikir untuk mengajukan hal tersebut.

Kalau itu terjadi maka ada 15 Partai Politik Peserta Pemilu 2019 yang BISA dan BOLEH mengusulkan Capres cawapres. Jadi bisa ada maksimal 15 pasangan capres dan Cawapres. 

Apakah ini akan bermasalah? tidak juga, hanya kertas pemilihannya saja yang jadi agak lebar.

Lalu siapa yang akan diusulkan PKPI kalau tidak ada Threshold? Saya jawab, kita dalam berpolitik boleh berstrategi, tapi berstrategi itu bukan berarti boleh melacurkan komitmen dan ucapan. Jika dari awal mengusulkan Jokowi maka sampai akhir tetap mengusulkan Jokowi. 

Kami mengusulkan Jokowi itu berdasarkan data, fakta dan akal sehat, bukan karena berhitung kami bakal dapat apa atau ingin dapat apa, walaupun MUNAFIK jika Partai politik tidak butuh kekuasaan, pasti butuh karena Partai politik itu memang tugasnya untuk dapatkan kekuasaan.

Saya katakan, silahkan yang lain mau bersilat lidah dan bersilat rupa untuk bargain kekuasaan, kami cuma minta satu, Pak Jokowi kerja saja, jangan pikirkan Tiket Pilpres, Tiket anda aman tanpa anda harus berkeringat untuk mendapatkan tiket kami. Kerja saja..

Tidak minta cawapres dari PKPI? Tanya kawan. Saya jawab, yang bisa bekerjasama dengan Jokowi adalah orang yang bisa dipercaya oleh Jokowi. Jadi biarlah Jokowi yang menentukan, tugas kami hanya memberikan tiket dan memperjuangkan agar beliau menang lagi. cuma itu..

Cuma itu? tanya kawan saya. Saya jawab, ya.. apalagi? Yang banyak maunya itu karena tiket mau dibargain dengan kepentingan Partai dan perorangan di Partai. Bagi kami, kalau diberikan amanah kami terima. Simple kan? 

Apakah semua Partai Pendukung yang akan usulkan Jokowi, sikapnya seperti PKPI? Saya jawab saya tidak tahu, tapi secara kasat mata mereka sama seperti PKPI, tidak ribut soal posisi Cawapres dan posisi lainnya. 

Sekali lagi, jika di tanya keinginan, tentu sama seperti Partai lain, kami ingin mendapatkan banyak posisi di pemerintahan, karena itulah tugas Partai Politik, munafik kalau bilang tidak. Tapi, kami tidak menjual tiket kami untuk meminta-minta jabatan. 

No comments:

Post a Comment