Breaking

Friday, 27 July 2018

Kalau jadi, maka koalisi SBY-Prabowo didasari keterpaksaan, bukan dari hati


Kenapa SBY blingsatan begitu sih? apakah ada aturan bahwa Jokowi harus menerima dirinya? gak ada kan? kalau gak ada kenapa blingsatan? ibarat ada perempuan yang tidak mau menerima cinta sang lelaki, sang lelaki gak terima dan ngamuk-ngamuk. Aneh bukan?

Makanya saya heran, ini orang kenapa sih? Kalau saya jadi Prabowo, saya pasti tersinggung. Ibarat saya mau melamar anak perempuan orang di rumahnya, Sampai di sana, perempuan itu malah sibuk menceritakan pacarnya ke semua orang. Sakit hati pastinya..

Partai-partai dibarisan Jokowi gak ada yang merengek dan menceritakan bahwa Prabowo begini dan begitu sehingga mereka akhirnya ada dibarisan Jokowi. Kenapa? Karena mereka dari awal sudah yakin dengan Jokowi. Ibarat percintaan, mereka bukan gigolo, bercinta karena bayaran. 

Dengan SBY ‘merengek’ ke publik bahwa dia tidak bisa berkoalisi dengan Jokowi karena orang-orang sekeliling Jokowi, itu sama saja SBY menganggap Prabowo barang cadangan, Apalagi SBY jelas menyatakan dia mau tidak mau harus berkoalisi karena perintah UU. Jadi kalau bukan perintah UU, dia mungkin tidak sudi dengan Prabowo.

Nanti, walaupun SBY TERPAKSA menyatakan ke publik bahwa dia tidak akan berkoalisi dengan Jokowi (Karena sampai detik ini, SBY tidak bernyali untuk menyatakan tidak akan berkoalisi dengan Jokowi), tetap saja bagi Prabowo, SBY bergabung dengan dia karena terpaksa, bukan dari hati.

Ibarat ke rumah makan padang, karena kehabisan rendang, maka remah-remah bekas gorengan tahu pun di makan karena lapar. Jokowi itu ibarat rendang dan Prabowo remah-remah bekas gorengan tahu. Seperti itulah yang saya rasakan jika saya menjadi Prabowo. Sangat terhina.. 

Makanya saya katakan, tujuan ‘rengekan’ SBY adalah untuk mendapatkan perhatian Jokowi dan diajak Jokowi untuk bergabung. Mau bantah bagaimanapun fakfanya begitu, karena kalau tidak butuh perhatian Jokowi, ngak mungkin SBY ‘merengek’ di media. Secara akal sehat, untuk apa? Kan begitu.. 

Saran saya, cobalah SBY belajar ikhlas untuk menerima keadaan bahwa dia harus berkoalisi dengan Prabowo dan siap berpuasa lagi 5 tahun ke depan. Tokh, semua ini terjadi karena sikapnya sendiri, bukan karena siapa-siapa, jadi terima sajah..

Di tunggu koalisi resminya ya...🙏 


1 comment: