Breaking

Thursday, 5 July 2018

Yang masih mempermasalahkan Islam Nusantara, adalah pihak yang ingin menuduh Jokowi Islam tapi sesat. Itu aja..


Yang mempermasalahkan soal Islam nusantara itu orang ngawur. Karena dia menjalani Islam Nusantara tapi dia mempermasalahkan hal yang dia jalani itu. Ngawur gak? sudahlah, tujuan mereka mempermasalahkan hal ini hanya untuk menyerang Jokowi kok. 

Islam nusantara itu hanyalah penyebutan atau penamaan untuk menggambarkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, bukan ada agama baru yang bernama Islam Nusantara. Dan mereka sebenarnya paham apa yang dimaksud Islam nusantara itu.

Sama seperti kalimat "Saya Pancasila", semua tahu itu penyebutan untuk menyatakan saya menjalankan ideologi pancasila. Bukan malah diartikan bentuk saya seperti lambang negara Garuda Pancasila. Nah, ini sama seperti penyebutan Islam Nusantara.

Kalau yang paham ajaran Islam mereka pasti tahu bahwa ajaran Islam itu tidak pernah kadaluarsa. Tetap menjadi pedoman dan menyatu di setiap waktu, di setiap zaman di setiap keberagaman karakter, sosial dan budaya masyarakat di setiap jengkal di seluruh dunia. Ajaran itu tidak pernah kadaluarsa. 

Islam nusantara itu ya orang beragama Islam dengan kenusantaraannya. Gak perlu harus berdandan ke arab-araban atau ke barat-baratan untuk menjadi Islam. Tanpa harus merubah karakter bangsa kita, kita bisa kok berislam.

Gak perlu pakai gamis, baju tradisional arab, kita tetap bisa berislam. Gak perlu pakai sorban kita tetap bisa berislam. Gak perlu menyebutkan umi, abi, ane, ente dengan pengucapan ke arab-araban, kita bisa berislam. Pakai kain batik dan berdialog pakai bahasa daerah pun, kita tetap bisa berislam.

Mereka sibuk mempermasalahkan soal Islam nusantara tapi tidak mau pertentangkan soal Islam yang kearab-araban atau kebarat-baratan. Jadinya lucu.. 

Tidak perlu menjadi arab untuk berislam, jangan rubah apapun karakter bangsa kita untuk bisa berislam, karena menjadi Islam tidak perlu menjadi orang lain atau menjadi bangsa lain. Islam menyatu dalam karakter setiap bangsa, tidak perlu berdandan hanya untuk menjadi Islam. 

Karena tidak ada yang harus dirubah kecuali jalankan keberagaman bangsa ini yang sudah sesuai dengan ajaran Islam. Al-Hujurat:13, itu ayat tentang kebhinekaan, menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sangat Indonesia! 

Jadi apa tujuannya dari semua ini? Karena Jokowi beragama Islam, tidak mungkin pakai isu kafir, maka dipakailah Isu ini untuk menuding Jokowi beragama Islam tapi sesat. Tujuannya untuk melengserkan Jokowi dari kursi ke Presidenan. 

Itu doang kok.. 

No comments:

Post a Comment