Breaking

Saturday, 21 July 2018

Yang tidak terima Ngabalin jadi Komisaris, Punya masalah kejiwaan.


Ali Mochtar Ngabalin jadi Komisaris Angkasa Pura 1? Ngak masalah kan? apakah melanggar aturan? ternyata tidak. Lalu Kenapa jadi masalah bagi kalian? Ingat loh Iri dan dengki adalah penyakit kejiwaan. Ternyata yang bermasalah itu bukan ngabalin, tapi kalian yang punya masalah kejiwaan.

Kata mereka kenapa yang diangkat jadi Komisaris adalah orang dekat Jokowi? Loh.. masalahnya di mana? memang harus begitu. Bagaimana bisa angkat orang yang tidak sevisi dengan Jokowi? bisa berantakan. 

Benci boleh, tapi harus dibarengi dengan pemikiran yang sehatlah..

Sama seperti seorang Ketua organisasi misalnya, dia akan memilih pengurus orang-orang yang sevisi, orang-orang dekatnya dan orang-orang yang dia anggap bisa bekerjasama. Karena dia butuh orang yang nyaman untuk membantunya menjalankan programnya. Begitupun Jokowi...

Tidak suka dengan pilihan Ketua organisasi, pilihan Menteri BUMN atau Pilihan Presiden, bukan berarti pilihan mereka salah, karena kalian bukan pemilik kebenaran. Yang tahu dan yang akan menjalani kerjasama itu mereka, bukan kalian. Kenapa yang gelisah dan marah itu kalian?

Begitupun kalau kita merasa lebih hebat atau lebih layak daripada pilihan Ketua organisasi, Menteri BUMN atau Presiden. Perasaan kita itu bukanlah sebuah kebenaran yang hakiki, Mereka berhak yakin pilihan mereka hebat dan mereka nyaman bekerjasama dengan pilihan mereka.

Yang mempertanyakan kehebatan Ngabalin adalah orang yang merasa lebih hebat dari ngabalin. Sah-sah saja namanya juga perasaan, tapi ketika diucapkan ke publik secara luas, itu namanya sakit jiwa. Karena iri dan dengki yang diperlihatkan adalah bagian dari penyakit kejiwaan..

Selamat kepada Ali Mochar Ngabalin, Semoga anda bisa menjalankan amanah ini dengan baik dalam memajukan Angkasa pura 1. 

No comments:

Post a Comment