Breaking

Thursday, 9 August 2018

Jangan salahkan jika orang berfikir, SBY dan Prabowo kebagian kardus juga


Kalau nanti Prabowo umumkan bahwa cawapresnya adalah AHY, maka seperti yang sudah saya jelaskan, bahwa Prabowo jenderal pengecut, sama seperti apa yang dikatakan Andi arief. 'Diancam' sedikit, ciut nyalinya. 

Saya paparkan di sini..

Atau jangan salahkan jika orang berfikir bahwa SBY berani bayar lebih dari 500 Miliar kepada PAN dan PKS agar AHY jadi Cawapres Prabowo. Jangan salahkan, karena sudah ada permasalahan soal uang untuk jadi cawapres sebelumnya. 

Kalau nanti Prabowo umumkan bahwa cawapresnya adalah Sandiaga uno dan Demokrat masih tetap ada di koalisi Gerindra, jangan salahkan jika orang mengatakan Demokrat marah karena gak kebagian. Kalau sekarang setuju, artinya sudah kebagian juga.

Tentu aneh, jika sebelumnya Demokrat meradang karena Sandiaga uno jadi Cawapres Prabowo, lalu kini setuju, tentu jangan salahkan jika orang heran dan berfikir bahwa Demokrat sudah kebagian jatah juga. 

Kalau nanti yang jadi cawapres Prabowo bukan dari PKS dan PKS tidak keluar dari koalisi, jangan salahkan jika orang beranggapan PKS setuju walau sudah ‘dikhianati’ Gerindra dan melanggar putusan Majelis Syuro karena sudah kebagian kardus juga. 

Kalau nanti yang jadi cawapres Prabowo dari PKS, artinya benar kata Andi Arief, Prabowo itu Jenderal kardus, bukan strong leader dan mental chicken, takut dengan ‘ancaman’ dari PKS. Padahal dia sanggup tinggalkan PKS, karena ada Demokrat walau cawapresnya bukan AHY. 

Kalau nanti Demokrat memohon-mohon dan mengiba-iba untuk berkoalisi dengan Jokowi, maka jangan salahkan jika orang berfikir, andi arief disuruh buat rusuh agar ada alasan SBY memohon dan mengiba ke Jokowi dengan alasan terzolimi. Rusak koalisi Jokowi kalau ada SBY.. 

Kalau nanti Prabowo mundur dan berikan posisinya ke yang lain, maka jangan salahkan jika orang berfikiran, Prabowo menjual tiketnya karena ingin kebagian kardus juga. Jadi koalisi ini adalah Koalisi Kardus. Hancur bangsa ini karena punya pimpinan dari transaksi kardus. 

Apalagi isu yang berhembus, Prabowo bangkrut dan butuh uang, sehingga klop jika orang kaitkan dan berfikiran bahwa Prabowo jual tiketnya karena dia butuh uang. Atau drama ini sengaja diciptakan, agar ada alasan mundur dan dia dapat uang untuk selamatkan diri dari kebangkrutan. 

Mari kita lihat sejauh apa nyalinya Prabowo. Jika menghadapi hal ini saja nyalinya ciut, maka apakah pantas bangsa ini dipimpin oleh Presiden Pengecut?

No comments:

Post a Comment