Breaking

Friday, 10 August 2018

Kenapa Ma'ruf Amin sih??


Beberapa orang bertanya, kenapa Ma’ruf Amin yang dipilih Jokowi? kenapa bukan Mahfud MD yang sudah sempat dikabarkan jadi cawapres Jokowi? Apa alasannya? 

Begini saya mau bercerita, sebelum saya menjawab..

Beberapa tahun lalu saya adalah tim sukses utama kandidat di sebuah organisasi. Lawan yang dihadapi bukan sembarangan juga. Saya bisa dibilang ada di garda terdepan berhadapan dengan lawan dan timnya. Adu strategi dan adu urat siang malam jadi menu sehari-hari. 

Endingnya kandidat saya menang. Setelah menang, Telpon genggam saya jadi super sibuk. Baik yang mengirimkan pesan maupun yang menelpon langsung. Orang datang silih berganti keruangan saya. semuanya punya satu tujuan yaitu ingin dapat posisi melalui saya.

Saya katakan kepada mereka semua, boro-boro saya bisa bantu kalian dapat posisi, saya saja belum tentu. Bagi saya, yang memegang tampuk pimpinan harus diberikan kebebasan dengan siapa dia akan bekerjasama. 

Mereka tidak percaya, bagaimana bisa seorang yang ada di garda terdepan tapi belum tentu mendapatkan jabatan. Saya katakan sampai detik ini, saya tidak pernah meminta jabatan ke kandidat yang menang. Mereka makin tidak percaya..

Semua kaget ketika tahu saya benar tidak masuk dalam struktur manapun. Mereka tidak percaya, bahwa orang yang mereka saksikan ada di garda terdepan tidak dapatkan jabatan apapun. Banyak yang menuding sang pimpinan, kacang lupa kulit. 

Saya bilang, pimpinan yang benar dan berpengalaman itu, mereka punya pertimbangan yang tidak semua orang bisa memahaminya. Kalau anda pernah memimpin, anda pasti tahu bagaimana memutuskan pada situasi dan kondisi saat itu, harus dengan siapa anda bekerja dan tidak memilih tim karena rujukan atau perasaan tidak enak. Pimpinan itu tahu kapan saya harus ada bersamanya. 

Saya ternyata diperlukan membantu sang pimpinan dalam meramu dan memainkan strategi. Baik untuk membantu atau menyerang ke dalam maupun keluar. Jika saya ada dalam kepengurusan, maka saya tidak bisa memainkan peran tersebut secara leluasa. Saya terikat dengan aturan.

Jadi, kembali ke soal Jokowi, yang mengetahui Jokowi nyaman bekerjasama dengan siapa, ya Jokowi sendiri. Yang mengetahui apa rencana terbaiknya untuk bangsa ini, ya Jokowi sendiri. Dan dia tahu mana orang yang tepat untuk bisa ditempatkan pada posisi yang tepat. Bukan karena like dislike atau karena desakan orang per orang yang ada disekelilingnya.

Mahfud MD adalah orang yang memiliki pengetahuan agama dan pengetahuan hukum yang sangat mumpuni. Tapi jika beliau menjadi wapres, mungkin Jokowi berfikir, Mahfud MD tidak akan bisa bergerak bebas menumpahkan kemampuannya. Mahfud harus ada di posisi yang tepat untuk membantu dirinya. Mahfud MD sang eksekutor, tidak cocok pada posisi Wapres. Wibawa wakil Presiden luntur jika Mahfud MD menjadi Wakil Presiden yang juga eksekutor dilapangan politik. 

Ma’ruf amin adalah orang yang memiliki pengetahuan agama dan kemampuan politik yang mumpuni. Jokowi mungkin memiliki pertimbangan bahwa, Ma’ruf amin lebih tepat membantunya membuat kebijakan politik untuk bangsa, bukan sebagai eksekutor. Karena Ma’ruf Amin bukan tipe seperti itu. 

Tentu saja selain faktor yang saya sebutkan diatas, ada juga faktor kenyamanan yang menjadi pertimbangan seorang pimpinan. Dia harus bekerjasama dengan orang yang dianggap lebih tepat dan tentu lebih nyaman. 

Sama seperti ketika kita mau menikah, mau menjadi pemimpin rumah tangga, pasti memilih pasangan yang sesuai dengan keinginan kita. Karena yang akan menjalani pernikahan adalah kita. Begitupun Jokowi, karena yang akan menjalani kepemimpinan ini adalah Jokowi, maka dia memilih pasangan yang sesuai dengan keinginan dia. Jadi berfikirlah seolah-olah kita itu Jokowi. 

Jadi kenapa Ma’ruf amin? Karena dia adalah orang yang tepat menurut Jokowi, bukan menurut saya, anda, mereka dan kalian. Apalagi menurut pengamat ini dan itu. Jangan mengukur baju orang di badan sendiri.

Bangsa ini harus dipimpin orang yang berani. Prabowo tidak akan punya nyali menghadapi gerombolan khilafah dan ganknya yang mau merubah dan menghancurkan bangsa ini. Prabowo bukan orang yang tegas dan berani bersikap. Mari bergerak, menangkan Jokowi - Ma’ruf untuk bangsa ini. 

No comments:

Post a Comment