Breaking

Monday, 13 August 2018

Prabowo tidak mau memilih ulama karena ingin menjebak Jokowi? Somad dan segaf disamakan dengan cacing? Gak masuk akal..


Untuk menutupi malu karena orang yang mereka anggap ulama ditolak Prabowo, karena Prabowo lebih memilih Sandiaga uno yang punya uang banyak, maka mereka membuat pembenaran bahwa itu memang strategi mereka untuk menjebak Jokowi, agar Jokowi memilih cawapresnya dari ulama. 

Saya gak habis pikir, bagaimana bisa orang menjebak, tapi hasil jebakannya itu membuat mereka resah sehingga mereka berupaya sekuat tenaga untuk menjatuhkan kredibilitas ulama hasil jebakan mereka. Orang waras pasti heran dengan jebakan model gini.. 

Yang namanya jebakan itu, tujuannya agar orang yang mereka jebak rugi dan resah. Nah, kalau jebakannya malah membuat orang yang dijebak senang dan yang menjebak malah sibuk menyerang alat jebakannya, ini kan sakit jiwa. Aneh kuadrat.. 

Selain itu, dengan mereka bilang ini jebakan, artinya Abdul Somad dan salim segaf, ibarat cacing yang dipergunakan untuk memancing ikan. Ijtima ulama itu bohong-bohongan, somad dan salim adalah umpan pancing. Seperti itu jadinya..

Abdul somad yang katanya ustadz dan salim Segaf majelis syuro PKS, mau ikut bermain drama dan dijadikan alat pancing? Mereka mau ditempatkan sehina itu? disamakan dengan cacing? saya rasa tidak akan mungkin mereka mau rendahkan diri sebegitu hina. 

Lalu kalau ini jebakan, artinya perdebatan dan tarik ulur Gerindra, PKS, PAN hingga kasus Jenderal kardus dengan Demokrat adalah setingan untuk menjebak Jokowi agar memilih ulama? Saya rasa orang sakit jiwa pun tidak akan percaya alasan ini. 

Ini jelas hanya alasan mereka untuk menutupi malu karena Prabowo tidak mau memilih ulama. Harusnya mereka mundur teratur, bukan malah buat alasan bodoh agar bisa terus dekat dengan Prabowo yang sudah menolak ulama. Entahlah, apa ini karena urusan cari makan atau apa, saya gak tahu. 

Rasanya mana mau somad, salim dan para Partai diatur untuk membuat drama ini? Dan rasanya terlalu bodoh jika somad, salim dan Partai membiarkan mereka dianggap wayang oleh yang mengklaim bahwa semua yang terjadi adalah jebakan. Atau mereka memang aktor yang dibayar?

No comments:

Post a Comment