Breaking

Monday, 27 August 2018

Gerakan ganti Presiden adalah gerakan kudetanya Hizbut Tahrir. Ini bukan gerakan untuk Pemilu..


Apakah dengan adanya gerakan ganti Presiden, lalu saya dan 60% pemilih tetap Jokowi akan beralih ke Prabowo? tentu tidak kan? Apakah dengan Deklarasi 2 Periode Jokowi, 32% pemilih tetap Prabowo akan beralih ke Jokowi? Tentu saja tidak..

Bahkan jika Prabowo ketahuan tidak shalat Jum'at atau tidak shalat hari raya sekalipun, itu tidak akan membuat pemilih Prabowo beralih ke Jokowi. Begitupun sebaliknya, tidak akan merubah pemilih Jokowi menjadi memilih Prabowo.

Lalu muncul dua pertanyaan dari mereka, Kalau begitu, Pertama, Kenapa masih kampanye soal Jokowi dan masih menyerang Prabowo? kedua, Kenapa pemerintah masih menghalang-halangi gerakan ganti Presiden?

Yang pertama, pemilih tetap Jokowi 53% dan ada 7% pendukung Jokowi yang berpotensi menjadi Pemilih tetap. Pemilih tetap Prabowo ada 29%, potensi tambahan pemilih tetap 3% dan mereka lagi berusaha untuk meraup 8% yang tersisa dan berusaha mempengaruhi 7% pendukung Jokowi menjadi abstain dan beberapa persen pemilih tetap Jokowi untuk abstain. 

Jadi sekarang ini mempertahankan 7% Pendukung Jokowi yang berpotensi jadi pemilih tetap untuk tidak abstain. 7% ini salah satunya adalah Ahokers. Mereka sudah pasti bukan pemilih Prabowo dan sedang diganggu untuk abstain. Padahal 11% itu pun belum tentu diraup Prabowo semuanya.

Kedua, tuduhan pemerintah menghalang-halangi gerakan ganti Presiden adalah fitnah. Faktanya pemerintah menyelamatkan para pion gerakan ini dari amukan rakyat yang tidak suka dengan kelompok pemecah belah bangsa. Apalagi kelompok ini penggeraknya adalah Hizbut Tahrir..

Gerakan ini adalah gerakan Hizbut tahrir, gerakan yang pernah dilakukan oleh PKI. Gerakan yang bukan ingin memenangkan Pemilu, tapi ujungnya adalah gerakan kudeta. Akan terjadi chaos dan mereka melakukan gerakan fisik mendongkel Pimpinan bangsa ini. Itu ending gerakan ini.

Inilah jawabannya, kenapa Prabowo tidak dijual dalam gerakan ini? karena mereka tahu mau di apapun, prabowo itu sudah tidak bisa dijual, tujuan mereka bukan menang pemilu. Tujuan akhir adalah chaos dan kudeta. Inilah yang sekarang sedang mereka lakukan dalam gerakan ini..

Ini bukan soal Pilpres, karena kalau ini soal Pilpres, karena cuma ada Prabowo sebagai lawan Jokowi, tentu Prabowo yang dipoles sedemikian rupa dalam gerakan ini. Tapi itu tidak mereka lakukan karena gerakan ini bukan gerakan Pilpres tapi gerakan kudeta.

Para pion di lapangan diberikan pemahaman yang sesat terkait aturan, agar supaya terjadi bentrok. Tujuan utama dilapangan bukan untuk orasi. Mereka tahu, orasi tidak ada gunanya, karena isinya anggota mereka semua, PKS dan HTI. Gak ada efeknya. Tapi tujuannya memang untuk bentrok..

Ketika bentrok meluas, maka Pemilu akan coba mereka gagalkan dan Hizbut Tahrir, kelompok teroris dunia akan turut serta. Ini cara Hizbut Tahrir melakukan berbagai kudeta. Rekam Jejak Hizbut Tahrir melakukan kudeta di berbagai negara sangat banyak dan kini Hizbut Tahrir ada dalam gerakan ini..

Ini bukan soal Pilpres, kalau soal Pilpres, dari awal PKS sudah menyerah, gerakan ini pun layu dan tidak ada yang mengganggu. Gerakan ini tumbang tanpa diganggu. Tapi ketika masuk Hizbut Tahrir, gerakan ini muncul kembali. Maka tidak salah jika rakyat bergerak, Kelompok teroris ini punya rekam jejak yang berbahaya. Silahkan cari di google rekam jejak Hizbut Tahrir melakukan berbagai kegiatan teroris di berbagai negara.

Saran saya, PKS segera mundur dari gerakan ini. Gerakan ini bukan lagi gerakan beberapa bulan lalu, ini sudah gerakan yang mengarah ke kudeta. Tidak ada untungnya bagi PKS bekerjasama dengan kelompok teroris. Yang ada PKS bisa dibubarkan..

Kalau untuk Pilpres, Prabowo-Sandiaga, ibarat barang, mereka barang yang tidak layak dijual, rekam jejak mereka buruk. Jadi kalau ada yang bilang takut kalah, itu bodoh, karena barang yang mereka jual barang rusak. Kalau mau jujur, mereka pun akui barang mereka barang rusak.

Jadi gak ada pengaruhnya mau setiap detik menuding Jokowi takut kalah, karena mereka yang menuding begitu hanya melampiaskan emosi akan kelemahan jualan mereka. Yang pasti Gerakan ini mengarah untuk chaos, mereka benturkan pion dibawah dengan rakyat.

Sekali lagi gerakan ganti Presiden adalah gerakan Hizbut tahrir untuk melakukan kudeta. menciptakan chaos dimana-mana. Ini bukan soal Pilpres, Ini soal mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara ini. Ingat, Hizbut tahrir adalah teroris dunia.. 

2 comments:

  1. Betul menurut saya mending bubarkan

    ReplyDelete
  2. Setuju dan dan saya sependapat dng yg ditulis mas Teddy ttg gerakan ganti Presiden,namun akan lebih dahsyat dampaknya jika disertai dengan data2 yg akurat tentang Hizbut Tahrir sebagai otak dan punya target sendiri dibalik gerakan ganti Presiden.
    11% pendukung yg masih abu2 bisa betul2 mendukung JokoWi atau bahkan lepas karena beranggapan fitnah yg dibuat oleh kubu JokoWi.
    Selamat Berjuang dengan Cerdas

    ReplyDelete