Breaking

Wednesday, 15 August 2018

Kalau bukan karena uang, tidak mungkin Prabowo memilih Sandiaga.


Prabowo butuh cawapres yang bisa mendongkrak elektabilitas dirinya, karena dia harus melawan petahana. Sebagai orang politik tentu dia bisa mengukur diri, secara kalkulasi politik kalah. Sayangnya Gerindra sudah putuskan terlebih dia menjadi calon Presiden. Mau tidak mau harus mau..

Sayangnya sampai detik terakhir, dia tidak menemukan orang yang punya elektabilitas tinggi untuk mendongkrak dirinya. Tapi dia tetap harus maju. Hal yang paling realistis adalah, siapapun cawapresnya, yang penting dia tidak keluar uang. Jadi harus cari yang punya uang.

Prabowo sudah berhitung, sumbangan dana kampanye dari pihak lain ke mereka pasti minim. Buktinya Prabowo buka sumbangan perjuangan tidak banyak yang menyumbang. Kenapa akhirnya dipilih sandiaga yang satu Partai dengannya? ya karena sandiaga yang mau dan yang punya uang.

Padahal Prabowo awalnya menyerahkan urusan cawapres ke Partai koalisi. Tapi akhirnya dia ngotot pilih internal Partai, ya karena kalau cawapres yang lain dia harus keluar uang banyak, kalau sandiaga, biar sandiaga yang keluar uang. Sama kayak pilkada di DKI, Sandiaga cukongnya.

Ijtima ulama pun tidak digubris Prabowo. Kalau Abdul somad atau salim segaf mau jadi cukong untuk biaya seluruh dana kampanye, saya yakin 100%, Prabowo akan manut dengan Ijtima ulama. Kalau Somad jadi cawapresnya, emangnya somad mau biayai dana kampanye? mana mau somad?

Saya yakin, siapapun itu orangnya bahkan jika kardus boleh dijadikan cawapres, pasti Prabowo jadikan kardus sebagai cawapresnya. Yang penting bisa biayai dana kampanye. Yang penting Prabowo tidak keluarkan uang untuk sesuatu yang tidak dia yakini bakal menang.

Kalau bukan karena uang sandiaga, mana mau Prabowo memilih orang yang terbukti gagal jadi wagub? Semua kebijakannya gagal total dan setiap langkahnya jadi bahan tertawaan masyarakat. Kelemahan sandi itu, karena dia sempat jadi wagub, hingga meninggalkan rekam jejak buruk.

Kalau Sandiaga belum sempat jadi wagub tentu bisa dipoles, paling tinggal mengcounter pemberitaan bolak-baliknya Sandiaga ke KPK dan Kepolisian terkait dugaan berbagai kasus keuangan. Kalau bukan uang mana mungkin Prabowo pilih orang gagal dan berkasus? logikanya gak masuk..

Jadi jelas ya.. kenapa Prabowo tidak menggubris Ijtima ulama? kenapa Prabowo yang awalnya menyerahkan cawapres ke koalisi tapi tidak ditepati dan malah mengambil cawapres dari Gerindra? ya karena cuma sandiaga yang punya uang dan bersedia biayai dana kampanye..

Analisis saya ini berdasarkan data dan fakta yang terjadi. Sekali lagi, logikanya sangat-sangat sederhana... Kalau bukan karena uang, tidak mungkin Prabowo menjadikan pejabat gagal yang banyak kasus keuangan sebagai cawapres. Tidak masuk dalam akal sehat siapapun..

No comments:

Post a Comment