Breaking

Monday, 27 August 2018

Prabowo tidak senang dengan gerakan PKS


Prabowo jelas tidak nyaman dengan fakta yang terjadi. Penolakan massa mengambang di daerah-daerah yang punya lumbung suara besar tentu mengkhawatirkan, apalagi banyak para tokoh agama di kampung-kampung mulai suarakan penolakan. 

Saya dalam berbagai kesempatan selalu katakan, biarkan saja gerakan ganti Presiden itu, mereka sudah salah strategi dari awal, makanya yang mereka butuhkan sekarang adalah bentrok dengan pemerintah agar bisa mendapatkan simpati. Sayangnya yang menolak itu masyarakat.

Tujuan gerakan ini agar mendapatkan penolakan dari pemerintah sehingga gerakan ini yang sudah meredup, bergema lagi. Ternyata mereka salah, yang menolak adalah masyarakat di kampung-kampung. Sedangkan mereka yang mengadakan gerakan adalah orang-orang PKS dan anggota organisasi terlarang yaitu HTI. 

Anggota PKS tidak banyak, buktinya di pemilu hanya dapat suara sedikit dan di pilkada babak belur. Begitupun anggota organisasi terlarang HTI, tidak sebanyak suara mengambang yang kini menolak oposisi. 

Pemilih tetap Jokowi sudah ada, pemilih tetap prabowo sudah ada. Suara ini sudah tidak bisa diotak-atik. Jarak antara pemilih Jokowi dengan Prabowo sangat jauh. Prabowo tidak ada setengahnya pemilih Jokowi. Prabowo harus meraup suara pemilih mengambang. 

Yang diperebutkan Jokowi dan Prabowo adalah pemilih yang belum tetap akan kemana. Prabowo berupaya menjual dirinya, tapi rekam jejaknya yang buruk tidak bisa membantu. Sekarang lagi berusaha mendandani sandiaga uno yang ternyata rekam jejaknya buruk juga.

Yang menolak bukan preman, yang menolak adalah masyarakat dikampung-kampung, para ulama dan para tokoh. Mereka tidak pernah menyatakan dukungan terhadap Jokowi atau Prabowo, mereka suara mengambang yang kini tidak suka sepak terjang kelompok Prabowo. 

Makanya analisis saya, Prabowo tidak senang dengan sikap pengurus PKS, apalagi sudah berkolaborasi dengan organisasi anti pancasila, HTI. Ini sama saja bekerjasama dengan PKI. Tentu suara Prabowo yang rendah akan semakin tergerus dengan kelakukan pengurus PKS. 

Apalagi hingga detik ini PKS memang tidak sepenuh hati mendukung Prabowo. Hingga detik ini mereka tidak "berkampanye" memperbaiki citra Prabowo, mereka asik membiarkan para anggotanya berkolaborasi dengan HTI membuat gerakan ganti Presiden.

Prabowo jelas tidak senang, Koalisi kardus berantakan. PKS ogah-ogahan dukung Prabowo, Demokrat sangat jelas bentrok dengan Sandiaga, PAN sibuk dengan dunianya sendiri dan Sandiaga yang asik dengan kengawurannya yang makin menjadi-jadi. 

Jadi kenapa menolak gerakan ini? Kubu Jokowi tidak ada yang menolak. Masyarakat melihat ini bukan masalah Pilpres tapi sudah masalah ideologi sehingga mereka menolak. Kalau soal Pilpres, suara tetap Jokowi sudah ada, gak akan tergerus. Ini soal lain, bukan soal Pilpres.

Penolakan ini jelas merugikan Prabowo, karena PKS adalah bagian dari Prabowo. Prabowo tidak punya nyali dan wibawa mengatur koalisinya, semua berjalan tanpa arah. Semua peringatan Prabowo untuk diam selama asian games tidak dianggap koalisinya. Prabowo dianggap tidak ada..

Jadi kalau ada yang mengatakan Jokowi dirugikan salah, karena yang menolak bukan Jokowi. Jokowi punya pemilih tetap dan dalam berbagai survey unggul jauh dari Prabowo. Yang menolak masyarakat. Prabowo pasti tidak senang, karena merugikan dirinya.

No comments:

Post a Comment