Breaking

Friday, 31 August 2018

Roy suryo dan pompa air di antara kebencian dan prestasi Asian Games


Sebelum Asian Games dimulai, Roy Suryo, wakil Ketua umum Partai Demokrat menanggapi target 16 emas dari Presiden. Roy mengatakan harus melihat realita jangan memaksa. Optimis perlu tapi harus realistis. Roy sangat meragukan kemampuan pemerintah dan atlet Indonesia di Asian Games.

Roy Suryo pikir ini masih di zaman SBY, dimana semuanya serba pesimis. Setelah ucapan pesimisnya terbantahkan, karena Indonesia mampu melewati target, bukannya meminta maaf, dia kembali meremehkan atlet Indonesia dan menuding negatif pemerintah.

Roy suryo mengatakan emas yang kita dapat karena kita tuan rumah. Jadi jangan berbangga diri apalagi jumawa. Roy juga melihat ada upaya menjadikan capaian Asian Games 2018 sebagai ajang pencitraan politik untuk kepentingan Pilpres 2019. 

Begini Roy.. Jadwal Asian Games ini memang bertepatan dengan tahun politik, jadwal ini bukan mau-maunya Jokowi, tapi memang sudah terjadwal 4 tahun sekali. Dan atlet Indonesia yang menang dalam pertandingan bukan sengaja agar Jokowi bisa melakukan pencitraan, tapi mereka memang berjuang untuk menang. 

Ok.. Roy suryo dan pemerintahan SBY faktanya memang tidak secemerlang pemerintahan Jokowi, tapi bukan berarti keberhasilan Pemerintahan Jokowi itu bertujuan untuk mempermalukan SBY, tidak.. tapi memang itu sudah tugas Pemerintah dan pemerintah bekerja dengan benar..

Jadi Roy suryo jangan merasa tersinggung dengan pencapaian atlet dan pemerintah. Karena ketika Asian Games dilaksanakan, Pemerintah berhasil dan Atlet berhasil, itu bukan disengaja untuk mempermalukan dirinya dan SBY. Roy termakan pikiran sendiri atas kegagalannya. 

Apakah hanya karena ingin menjaga perasaan Roy Suryo dan pemerintahan SBY, lalu Pemerintah Jokowi harus membuat kerusakan dan kegagalan seperti di zaman SBY? kan tidak begitu. Berbesar hatilah menerima bahwa sekarang ini lebih baik di zaman SBY. Toh, tidak dosa ini..

Sudahlah roy, tidak ada yang jadikan ini pencitraan. Itu hanya kebencian anda. Keberhasilan Jokowi di berbagai bidang, itu sudah otomatis membuat Jokowi menjadi orang yang sangat populer dan memiliki elektabilitas tertinggi di Indonesia. Tidak perlu membuat pencitraan

Indonesia cuma tuan rumah bukan pemilik Asian games. Sama seperti Roy suryo, sewaktu menjadi menteri, dia cuma menteri bukan pemilik fasilitas di rumah kementerian. Selesai bertanding yang dibawa atlet itu medali. Selesai bertugas jadi menteri, seharusnya yang dibawa Roy adalah prestasi. 

Sayangnya yang Roy bawa setelah tidak jadi Menteri bukan prestasi tapi pompa air, matras, karpet, parabola dan banyak lagi milik negara. Hal itu terungkap ketika Menteri olahraga menyurati Roy untuk mengembalikan barang-barang milik negara. 

Dalam surat bernomor 1711/MENPORA/INS.VI/2016 itu, Kementerian meminta Roy mengembalikan 1.438 jenis barang, dengan rincian 3.174 unit senilai Rp 8,5 miliar. Tentu ini bukan prestasi yang membanggakan sebagai seorang mantan menteri, tapi prestasi yang memalukan. 

Jadi Roy.. nikmatilah keberhasilan ini, jangan terus membenci karena dihantui kegagalan di masa lalu, itu penyakit hati namanya. Kalau anda tidak bisa menghargai pemerintah, paling tidak hargailah perjuangan para atlet. Jangan timpakan kebencian anda kepada mereka.

No comments:

Post a Comment