Breaking

Thursday, 27 September 2018

Lirik lagu yang disebarkan Fadli Zon terbukti dan sangat jelas menuduh Jokowi-JK PKI.


Gak perlu orang paham hukum hanya untuk menilai bahwa lagu yang disebarkan Fadli zon sangat jelas menuduh Jokowi-JK PKI dan Jokowi-JK adalah pihak yang memfitnah HTI dan FPI.

Kok bisa? bagaimana bisa lagu yang disebarkan itu bisa dikatakan sangat jelas menuduh Jokowi-JK PKI dan menuduh Jokowi-JK memfitnah HTI dan FPI? Saya jelaskan disini.. 

Ini liriknya...

Potong bebek angsa masak di kuali//gagal urus bangsa maksa dua kali//fitnah HTI fitnah FPI//ternyata mereka lah yang PKI//fitnah HTI fitnah FPI//ternyata mereka lah yang PKI.

Potong bebek angsa masak di kuali//gagal urus bangsa maksa dua kali//takut diganti Prabowo-Sandi//Tralalalala lala//takut diganti Prabowo-Sandi//Tralalalala lala//Allahu Akbar.

Pertama, Lagu ini terdiri dari dua bait. Bait pertama menjelaskan bahwa yang memfitnah HTI dan FPI adalah pihak yang gagal urus bangsa, dan mereka itu adalah PKI. Gagal urus bangsa apakah Jokowi-JK? Fadli Zon bisa berkilah, dengan mengatakan memangnya cuma Jokowi-JK yang boleh mengurus bangsa?

Itu hanya akan jadi perdebatan kosong, Fadli zon pasti akan berkilah dengan mengatakan lirik itu tidak menyebutkan nama dan jabatan. Fadli bisa bilang, mengurus bangsa bukan hanya tugas Jokowi-JK. Akan terjadi adu penafsiran yang tiada hentinya.

Tapi ketika masuk bait ke dua, bait ini menjelaskan siapa yang dimaksud gagal urus bangsa, yaitu Jokowi-JK! Karena lirik ini menyebutkan “Takut diganti Prabowo-Sandi”. Bait ke dua ini mempertegas bahwa Jokowi-JK adalah PKI yang memfitnah HTI dan FPI. Ini tidak bisa ditafsirkan lagi! 

Pilpres 2019 hanya diikuti oleh 2 Capres/Cawapres yaitu Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga. Jadi yang bisa mengganti Posisi Jokowi-JK sebagai petahana hanyalah Prabowo-Sandiaga, tidak ada pihak lain. Bait kedua menjelaskan siapa yang akan diganti oleh Prabowo-Sandiaga.

Kedua, Kalau Fadli zon berkilah bahwa video itu bukan dia yang membuatnya, apakah itu membuat dia bebas dari jerat hukum? tentu tidak, karena dia yang menyebarkan video itu. Soal siapa yang membuat dan menyebarkan pertama kali, itu biar menjadi urusan polisi bukan Fadli Zon. 

Misalnya ada video mesum produksi selandia baru. Video itu legal bebas dijual disana, tidak melanggar hukum. Pemeran di video itu pun bukan Fadli zon. Tapi video itu disebar Fadli zon. Apakah yang salah adalah selandia baru, pemeran film itu atau Fadli zon? tentu saja Fadli zon! 

Kalau Fadli zon bilang ini kreatifitas dan jangan dimatikan, tentu saja ngawur. Ini bukan kreativitas, tapi fitnah melalui lagu. Ini bukan lagu berlirik kritik tapi lagu yang berlirik fitnah. Lagian kalau lagu ini bukan buatan Fadli Zon, kenapa Fadli zon harus membela seolah-olah dia yang menciptakan lagu tersebut? 

Dari dua hal ini, apakah Fadli zon akan kena sanksi hukum atas lirik tersebut? belum tahu, karena belum terbukti, apakah fadli zon yang membuat lirik fitnah itu atau bukan. Tapi yang pasti, akun Fadli zon terbukti menyebarkan video fitnah itu. 

Hal itu selaras dengan penjelasan Kepala Biro Multimedia ­Divisi Humas Polri Brigjen Budi Setiawan. Beliau memastikan Fadli Zon melanggar UU ITE Pasal 28 ayat 2 karena menyebarkan konten bohong. Artinya apa yang dilakukan Fadli zon sudah dipastikan melanggar hukum. 

Saya berharap Fadli zon sebagai laki-laki hadapi hal ini secara jantan juga. Jangan sampai menyebarkan isu seolah-olah dia dikriminalisasi oleh pemerintah. Karena gak bakal ada urusan ini kalau dia tidak menyebarkan video fitnah.

Dan saya harap Fadli zon tidak bertanya "Apa hak anda mempermasalahkan hal ini?"

Karena saya akan menjawab, "Anda mengganggu Presiden saya, Presiden Republik Indonesia dan calon Presiden saya!"

Hadapi secara jantan zon! 

5 comments:

  1. Jelas... si zonk tdk bs lg brkelit lidah.

    ReplyDelete
  2. Hukum tdk harus berpihak dan tdk takut serta harus segera ditindak lanjuti dgn memanggil siterlapor karena dia akan selalu berkelit dgn tdk memenuhi panggilan polisi sebanyak 2 x dgn 1001 alasan untuk mengulur waktu

    ReplyDelete
  3. Proses sampe kelar dan maduk bui. Jelas2 udh fitnah

    ReplyDelete
  4. Kita tunggu langkah kepolisian.. berani nggak ngelanjutin kasusnya.. soalnya saya bayangkan kalo yg nyebarin rakyat kecil pasti udah dianggap kasus nih..

    ReplyDelete