Breaking

Tuesday, 18 September 2018

Prabowo itu pendendam, melakukan pelecehan dan Penculikan. Itu fakta..


Apa bahayanya ketika Prabowo Menjadi Presiden? Dari banyak hal negatif, saya ambil beberapa contoh, misalnya dendam prabowo terhadap media. Dia mempermalukan wartawan hanya karena dia menganggap wartawan yang mewawancarai dia berasal dari media yang tidak netral. 

Ini sifat dasar yang tidak bisa dipoles dengan pencitraan apapun. Prabowo tidak dapat menyembunyikan dendamnya pada media yang dianggap tidak netral. Prabowo tidak bisa menerima perbedaan dan kritik. Dia anggap yang berbeda adalah musuhnya.

Sifat dasar Prabowo juga terlihat ketika dia melecehkan wartawan secara ekonomi dan fisik. Ini sifat dasar yang berbahaya, memandang rendah dan hina orang lain. Ini menjadi karakter Prabowo, yang akan dia bawa ketika memimpin negara ini. Berbahaya..

Kalau nanti Prabowo menjadi Presiden, maka semua orang yang mengkritiknya bisa lewat! Dia sudah terbiasa menculik. Dia akui sendiri bahwa dia menculik aktivis. Dan hal itu juga yang membuat dia dipecat dari militer, karena terbukti melakukan tindakan hina. 

Begini ya… Kampanye diri dalam pemilu dan pilkada, lebih banyak tipu-tipunya. Semua serba sempurna. Kampanye yang benar itu adalah menampilkan rekam jejak. Rekam jejak tidak bisa ditipu, karena sudah terjadi. Dan rekam jejak itu adalah gambaran sifat dan sikap asli calon pimpinan.

Prabowo tidak pernah berani kampanyekan rekam jejaknya, karena dia tahu, rekam jejaknya adalah bumerang. Yang dia lakukan hanya menjual mimpi, yang ternyata semua jualannya pun bertentangan dengan rekam jejaknya. Semua yang dia ucapkan, tidak sesuai dengan rekam jejaknya.

Orang seperti ini tentu sangat berbahaya bagi rakyat dan bangsa ini. Jangan kita terlena dengan pidato Prabowo yang heroik, karena itu semua bagian dari pencitraan yang sudah dibentuk oleh tim kreatif. Semua itu palsu, bukan aslinya Prabowo.

Aslinya Prabowo itu di dalam tema ini ya, pendendam, tidak bisa menerima perbedaan, melecehkan, menganggap remeh orang lain dan sudah terbiasa menculik. Ini jelas bukan sikap yang pantas untuk memimpin Indonesia yang beragam dan demokrasi. Tidak ada demokrasi di rekam jejak Prabowo.

Kalau ada yang bertanya, kenapa Prabowo bisa lolos dalam test kesehatan di KPU jika prabowo punya sifat seperti itu? Saya jawab, saya tidak pernah menuduh Prabowo misalnya Psikopat atau apapun, saya hanya menampilkan rekam jejak Prabowo dalam bahasan ini. Faktanya ada..

Lagian, kalaupun.. kalaupun ya.., Prabowo itu Psikopat atau apapun, di KPU tetap lolos sebagai calon Presiden kok, karena hasil itu tidak membuat dia dibatalkan jadi Capres. Tes kesehatan hanyalah sebuah syarat yang wajib dilakukan. Dan tidak ada penilaian di sana. Itu aturannya..

Hal ini diamini oleh Ketua KPU RI, Arief budiman. Arief mengatakan, tes kesehatan ini bukanlah penentu lolos atau tidaknya capres dan cawapres. Ini hanya salah satu syarat dari berbagai syarat yang harus dipenuhi. Setelah semua syarat dipenuhi, maka langsung ditetapkan. 

Jadi kalau Prabowo bilang harus menerima perbedaan, itu akting. Karena faktanya dia tidak bisa menerima perbedaan. Dia menculik mahasiswa dan dia dendam terhadap media. Kalau Prabowo bilang harus menghargai satu dan lainnya, itu akting. Karena faktanya dia melecehkan wartawan. 

Politik bisa jadi panggung sandiwara, dan pencitraan adalah judul sandiwaranya. Makanya yang perlu dilihat adalah reaksi calon ketika tidak berada di panggung. Karena ketika dia menjadi pimpinan, dia berhenti bersandiwara, dia menjadi dirinya sendiri.

Prabowo adalah contoh aktor hebat di panggung, tapi punya rekam jejak buruk diluar panggung. Dia tidak bisa menerima perbedaan, dendam dan melecehkan orang lain. Itu adalah sifat asli salah satu calon presiden kita. Bayangkan kerusakan apa yang akan terjadi jika beliau jadi Presiden.

Ingat sekali lagi.. yang dilihat itu adalah sikap dan sifat asli calon pimpinan, bukan sandiwara calon ketika kampanye. Kalau kampanye model sekarang, Malaikat bisa kalah suci daripada calon. 

No comments:

Post a Comment