Breaking

Monday, 1 October 2018

Kenapa prabowo tidak berani menyerukan untuk menonton film dokumenter peristiwa 98 dan PRRI/Permesta?


Kenapa Prabowo dan Tommy Soeharto beserta Partai pendukung Prabowo-sandiaga tidak pernah mau mengadakan acara nonton bareng Peristiwa 1998? Karena saat itu rezim soeharto tumbang dan Prabowo terlibat dalam penculikan dan penghilangan aktivis. 

Tentu saja jika film dokumenter peristiwa 1998 diputar, maka masyarakat akan kembali merasakan bagaimana sikap Prabowo dan rezim soeharto yang sangat represif. Generasi yang saat itu belum lahir atau masih sangat kecil, akan melihat bagaimana negatifnya orde baru dan Prabowo. 

Hidup di zaman orde baru, jangankan mengkritisi pemerintah di warung kopi, bicara di dalam rumah saja ketakutan. Seolah-olah tembok ada alat perekamnya. Ketika aktivis bergerak menyuarakan perubahan, mereka diciduk oleh prabowo. Sebagian selamat dan sebagian lagi hingga detik ini tidak diketahui rimbanya.

Apa bedanya dengan kekejaman PKI? Dalam gerakan 30 september 1965, PKI menculik dan membunuh para Jenderal. Sedangkan di zaman Soeharto, Para aktivis diculik dan hilang. Hingga kini tidak diketahui rimbanya, apa masih hidup atau sudah mati. Dan pelaku utamanya adalah Prabowo.

Kalau Nonton film G30S/PKI itu sama seperti nonton film rambo yang dibintangi Sylvester stallone. Sama-sama cerita fiksi yang berlatar belakang sejarah. Fiksinya itu di peran tokoh utamanya. Yang satu tokoh utamanya rambo yang satunya lagi Soeharto. 

Makanya kenapa Menteri penerangan zaman Bj. Habibie yang kini di tim Prabowo, melarang kewajiban memutar film tersebut, karena tidak sesuai dengan sejarah. Jokowi pun ingin film tersebut di remake, agar sesuai dengan sejarah. Jokowi sendiri tegas melakukan perlawanan terhadap PKI, dengan istilah gebuk!

Ketika kita bicarakan soal peristiwa 1998, soal Soeharto dan penghilangan aktivis oleh Prabowo, para pendukung Prabowo secara berjamaah mengatakan itu sudah berita basi. Tapi anehnya peristiwa yang lebih basi, yaitu G30S/PKI terus dikumandangkan oleh mereka. 

Coba cari, apakah ada gerakan PKI sekarang ini? ternyata tidak ada, tapi dibuat seperti ada. Sedangkan Hizbut tahrir yang jelas-jelas ada di depan mata, Prabowo - sandiaga tidak bernyali walau hanya untuk mengecam. Apakah karena Hizbut Tahrir terindikasi mendukung mereka?

Lalu kenapa Prabowo tidak pernah bicarakan soal gerakan PRRI/Permesta? gerakan kelompok pemberontak yang bekerjasama dengan Amerika serikat? Apakah karena bapaknya Prabowo adalah bagian dari PRRI/ Permesta sehingga Prabowo tidak mau membicarakan soal itu?

Apa bedanya gerakan pemberontakan PKI dengan gerakan pemberontakan PRRI? sama-sama pemberontak. Tapi kenapa hanya PKI yang berani dibicarakan? Ya karena Prabowo dan keluarganya tidak terkait di dalam kejadian itu. Kalau PRRI dan kejadian 1998, ada hubungan dengan dirinya.

Jadi mari kita tunggu nyali Prabowo untuk mengutuk Hizbut Tahrir yang terindikasi mendukung dirinya, membuka soal pemberontakan PRRI yang melibatkan bapaknya dan juga kejadian penculikan dan hilangnya para aktivis tahun 1998, dimana dia sebagai pelaku utamanya. 

Kalau mau bicara sejarah jangan setengah-setengah, karena sejarah bangsa ini juga gak setengah-setengah. Kalau Prabowo tidak punya nyali untuk melakukan itu, nanti saya dan mungkin yang lain akan bantu ingatkan terus sejarah kelam itu agar rakyat mengetahui rekam jejak Prabowo.. 

No comments:

Post a Comment