Breaking

Saturday, 27 October 2018

Mobil Esemka, buatan anak bangsa yang lahir bukan dari program Pemerintah. Mobil Timor, adalah mobil yang lahir dari program Pemerintah.


Esemka itu Mobil nasional atau bukan seperti yang dituduhkan selama ini ke Jokowi? Jawabannya adalah bukan. Kok bukan? bukankah Jokowi menjanjikan hal itu saat kampanye? Silahkan siapapun untuk menunjukkan bukti bahwa Jokowi pernah berjanji akan membuat mobil nasional. 

Itu tidak ada.. 

Ada yang menuduh, Jokowi selalu gunakan esemka menjelang Pemilu. Tentu hal itu sangat mudah dibantah, sayangnya yang menuduh itu tidak paham makanya dengan enteng menuduh esemka yang sekarang sedang proses produksi itu adalah mobil nasional. 

Begini.. kalian harus tahu, untuk membuat mobil nasional itu, harus ada dasar hukumnya, tidak bisa seenaknya seorang Presiden membuat Mobil Nasional tanpa dasar hukum yang kuat. Ingat, di Indonesia pernah ada yang namanya Mobil Nasional, waktu itu dikomandani oleh Tommy Soeharto. 

Apakah Tommy main ditunjuk begitu saja oleh Soeharto untuk membuat Mobil Nasional? tidak.. sebelum mobil nasional itu diproduksi, Pemerintah orde baru menerbitkan Instruksi Presiden sebagai dasar hukum untuk memulai produksi nasional. Yaitu Instruksi Presiden No.2 Tahun 1996 tentang Pembangunan Industri Mobil Nasional! 

Berdasarkan instruksi Presiden tersebut, maka ditunjuklah PT. Timor Putra Nasional milik Tommy Soeharto untuk melaksanakan pembangunan industri Mobil Nasional. Instruksi itu lahir pada tanggal 19 Februari 1996. Maka dimulailah secara resmi perusahaan Tommy melaksanakan instruksi tersebut

Lalu untuk mendukung PT. Timor melaksanakan instruksi presiden tentang Mobil Nasional, maka pada tanggal 4 Juni 1996, keluarlah keputusan Presiden No.42 tahun 1996 tentang Fasilitas pembebasan bea masuk impor komponen. Jadi Pemerintah membantu PT. Timor untuk mewujudkan Mobil nasional.

Belum lagi bebas pajak penjualan barang mewah. Tentu saja banyak lagi fasilitas yang diberikan oleh negara agar supaya program mobil nasional negara yang sedang dibuat oleh PT. Timor ini berjalan dengan baik. Ini adalah program Pemerintah, maka pemerintah bertanggung jawab agar program ini berhasil. 

Bagaimana dengan Esemka? Esemka hanyalah penamaan karena mobil ini dikerjakan oleh anak-anak SMK, ini hanya penamaan untuk menunjukkan bahwa mobil ini diproduksi anak-anak SMK. Mereka adalah anak-anak bangsa yang punya talenta besar tapi belum didukung oleh Industri.

Tentu saja kita semua ingin bisa seperti di negara lain yang bisa memproduksi mobil. Untuk Esemka, faktanya tidak ada instruksi Presiden yang menunjuk perusahaan esemka untuk produksi mobil nasional dan tidak ada Keputusan Presiden yang memberikan berbagai fasilitas kepada perusahaan. Semuanya serba mandiri..

Maka silahkan para penuding untuk membuktikan bahwa Esemka yang sedang diproduksi sekarang ini ada instruksi atau keputusan Presidennya, kalau tidak bisa membuktikan, artinya ini fitnah, menyebarkan berita bohong. Unsur-unsur pidana sepertinya sudah terpenuhi, apalagi kalau sampai menimbulkan gejolak..

Saya bisa saja berburuk sangka, bahwa para penuding itu adalah orang-orang yang dibayar oleh perusahaan mobil asing, agar esemka mati sebelum berkembang. Ini menakutkan bagi mereka karena Produksi lokal sudah lolos uji. Apalagi Presiden Jokowi sangat mendukung Produksi anak bangsa.

Hanya orang yang punya kepentingan negatif yang tidak ingin ada anak bangsa bisa memproduksi mobil, apalagi mobil ini dibuat oleh para generasi muda bangsa ini. Tidak ada alasan untuk menyudutkan produksi anak bangsa kalau bukan mereka bagian dari agen asing.

Jadi jelas ya, buktikan bahwa ada instruksi presiden, keputusan presiden dan berbagai hal lain yang menjadi dasar hukum sehingga mobil esemka bisa dikaitkan dengan Jokowi. Ingat, tidak bisa mobil nasional dibuat tanpa ada dasar hukum yang dibuat oleh pemerintah. 

Dan ingat lagi ya, Indonesia sudah pernah membuat Mobil Nasional, sehingga bisa di compare mana perusahaan yang menjalankan Program nasional dan mana yang murni usaha mandiri untuk memproduksi mobil buatan anak bangsa. 

Saya tunggu mereka membuktikan, kalau tidak hampir dapat dipastikan mereka adalah para calo yang dibayar pihak asing untuk menggagalkan produksi mobil buatan anak bangsa. 

No comments:

Post a Comment