Breaking

Thursday, 11 October 2018

Pembelaan Mahfud MD terhadap Prabowo cs, sangat keliru


Saya sudah tidak ingin membahas persoalan Ratna Sarumpaet, karena sudah terlalu banyak yang bicara hal ini. Tapi ketika melihat pembelaan Mahfud MD terhadap Prabowo cs, saya perlu luruskan bahwa narasi yang dibangun Mahfud untuk membela Prabowo cs, menurut saya keliru. 

Ini video pembelaannya

Mahfud MD mengatakan Prabowo cs tidak bisa dikenakan UU ITE terkait penyebaran berita bohong. Alasan Mahfud, Karena mereka tidak dengan sengaja menyebarkan. Hal itu juga berlaku untuk UU 1 Tahun 1946, tentang menyiarkan. Jika Prabowo cs tidak tahu itu berita bohong, tidak bisa dikenakan. 

Menurut Mahfud MD, melanggar UU ITE itu jika barang siapa dengan sengaja. Prabowo cs tidak dengan sengaja. Mereka terjebak betul pada situasi dimana mereka tidak tahu. Mereka hanya diberitahu tapi mereka tidak tahu bahwa itu bohong. UU 1 Tahun 1946 juga tidak kena kalau Prabowo cs tidak tahu. 

Saya mau bertanya kepada mahfud MD, saya menyebarkan dan menyiarkan berita bahwa Sandiaga uno penyuka sesama jenis yang saya dapat dari media online. Apakah saya melanggar UU ITE dan UU 1 Tahun 1946 atau tidak? Kan saya tidak tahu kalau berita itu dianggap berita bohong? 

Setelah saya sebarkan berita dari media online lalu saya tambahkan narasi agar berhati-hati dengan sandiaga. Apakah saya melanggar atau tidak Pak Mahfud? Saya paparkan disini dan silahkan Mahfud MD bantah..

Kalau Prabowo hanya mengatakan bahwa dia dapat kabar Ratna sarumpaet dipukul, Mahfud MD mungkin bisa beralasan begitu. tapi kalau menambahkan bahwa pemukulan ini terkait Pilpres, maka itu menciptakan hal baru. Ini bukan soal Ratna lagi, ini soal Prabowo.

Ini bukan persoalan menerima kabar bohong dan menyebarkan kabar bohong, ini sudah bagian lain, yaitu diduga menciptakan kabar bohong dan menyebarkan kabar bohong. Ini kasus baru lagi, bukan kasus Ratna Sarumpaet, tapi kasus Prabowo

Kalau kawan saya berantem dengan orang Prabowo karena masalah hutang. Kawan saya bonyok. Saya lalu sebarkan di media sosial bahwa kawan saya berantem dengan orang prabowo. Apakah itu menyebarkan berita bohong? tentu tidak. Karena memang beneran kawan saya berantem dengan orang Prabowo.

Lalu saya menyebarkan bahwa kawan saya dipukul karena kawan saya pendukung Jokowi, dia tidak mau mendukung prabowo. Ini bukan lagi kasus pemukulan kawan saya, tapi ini kasus saya. Yaitu menyebarkan kabar bohong bahwa orang Prabowo memukul kawan saya karena soal politik bukan soal hutang.

Atau misalnya sewaktu Mahfud MD dipanggil KPK terkait kasus Akil Mochtar. Lalu saya sebarkan dan saya katakan Mahfud MD itu terlibat penyuapan juga, karena Akil Mochtar tidak mungkin bisa putuskan sendiri tanpa persetujuan hakim MK lainnya. Akil cuma satu orang sedangkan MK itu ada 9 orang. 

Apakah saya menyebarkan berita bohong atau tidak? Berita bahwa Mahfud MD dipanggil KPK itu benar, tapi menyatakan bahwa Mahfud MD terlibat penyuapan, itu belum tentu benar walaupun saya punya alibi. Maka saya bisa dijerat UU ITE, karena menciptakan dan menyebarkan hoax. 

Jadi penjelasan Mahfud MD untuk membela Prabowo cs menurut saya sangat keliru. Silahkan Mahfud MD koreksi jika koreksi saya ternyata salah, dan jawab beberapa pertanyaan saya tentang Sandiaga dan kasus Akil mochtar. 

No comments:

Post a Comment