Breaking

Wednesday, 24 October 2018

Saran saya, Prabowo segeralah mencari cara agar bisa menyalahkan Jokowi terkait pembakaran bendera


Apakah yang dibakar oleh Banser itu bendera Hizbut Tahrir atau bukan, itu biarlah menjadi urusan polisi yang menyelidiki. Apalagi tujuan Banser memang untuk membakar bendera HTI. Soal apakah bendera yang dibakar itu keliru atau tidak, biar polisi yang menyelidiki..

Masalah ini tidak ada urusan dengan politik Pilpres, tidak ada hubungannya dengan pemerintah, ini benar-benar sikap anak bangsa yang anti terhadap kelompok radikal. Sama seperti mereka anti terhadap PKI. Hizbut Tahrir itu sama dengan PKI, jadi wajar kalau mereka anti dengan HTI.

Maka dari itu saya menyarankan kepada Prabowo dan tim Prabowo (bukan Tim sandiaga ya) untuk mencari cara agar kasus ini bisa ditimpakan ke Jokowi. Bagaimana kemudian bisa terjadi demo besar, lalu menuding Jokowi bersalah karena sebagai pemicu terjadinya pembakaran bendera..

Lalu kepada kelompok HTI, saran saya, sebarkan narasi, karena Presiden membuat HTI jadi kelompok terlarang sehingga memicu Banser untuk membakar bendera tauhid. Bekerjasamalah dengan kelompok Prabowo untuk menyudutkan Pemerintah dengan isu ini. Toh, selama ini Prabowo tidak pernah menentang HTI, malah Gerindra mendukung perjuangan HTI.

Sangat disayangkan kalau seandainya Prabowo tidak memanfaatkan moment ini. Prabowo itu fakir prestasi dan punya segudang rekam jejak negatif, sehingga sulit untuk menandingi semua prestasi dan rekam jejak Jokowi. Belum lagi terkait kasus penculikan. Prabowo adalah elite gagal yang kini menjadi Capres.

Saran saya, Prabowo terang-terangan saja memanfaatkan kasus ini, jangan pakai pihak ketiga atau tangan orang lain untuk menyerang Jokowi terkait kasus pembakaran bendera. Toh, tetap saja kalau pakai pihak ketiga, orang akan berfikir sutradaranya Prabowo. Jadi gak perlu disembunyikan.

Tidak ada pihak lain yang punya kepentingan sangat besar untuk menggantikan Jokowi selain Prabowo. Jadi jika hal ini dikaitkan ke Jokowi lalu dibesar-besarkan, tentu orang-orang akan menduga Prabowo yang memainkan. Karena mana ada orang yang mau keluarkan energi besar kalau tidak ada keinginan besar?

Misalnya saya sangat benci Jokowi, paling yang saya lakukan hanya memaki. Tidak mungkin misalnya saya menyiapkan ribuan orang untuk demo, membayar ribuan orang untuk menyebarkan framing negatif dan hal-hal lain yang tujuannya agar Jokowi kalah. Karena bukan saya yang gantikan Jokowi..

Jadi saran saya kepada Prabowo dan timnya, untuk mencari cara agar supaya kasus pembakaran bendera ini bisa ditimpakan ke Jokowi. Karena hanya ini yang bisa membantu elektabilitas Prabowo yang semakin anjlok. Kalau tidak, mending timnya resign sebagai tim Prabowo dan mencari kerja lain. Karena mereka sama saja melakukan kerja sia-sia

No comments:

Post a Comment