Breaking

Monday, 5 November 2018

Memangnya masyarakat Boyolali boleh dijadikan bahan olok-olokan?


Ketika Prabowo membela diri dengan mengatakan bahwa ucapan dia terkait boyolali bercanda, itu malah makin menghina dan merendahkan masyarakat Boyolali. Ini juga makin menguatkan bahwa perbuatan Rasis bagi Capres ini adalah hal yang normal, bukan lagi hal yang tidak normal.

Semakin dibilang bercanda, maka semakin Prabowo menguatkan bahwa dia rasis. Rasis itu gak ada hubungannya dengan bercanda atau tidak. Rasis ya rasis, mau bercanda atau tidak, tetap tidak akan mengurangi kadar dari rasis itu. Bahkan pelawak pun tidak boleh membawakan materi rasis, apalagi yang bukan pelawak.

Misalnya begini, saya bilang sandiaga penyuka sesama jenis, karena terlihat dari cara jalan, wajah dan bicara. Ketika orang marah, saya bilang seperti alasan Prabowo: “Saya bingung, saya bercanda dipersoalkan.” Apakah Tim Sandiaga akan menerima? tentu tidak, pasti mereka akan marah. 

Atau boleh tidak saya katakan, bapaknya Prabowo itu tokoh PRRI, kelompok pemberontak, turunan china, makanya dia tidak peduli Indonesia mau hancur atau tidak. Tentu saja tidak boleh, itu rasis, menuduh dan menghina. Apakah boleh saya bilang, ah saya hanya bercanda, kok jadi masalah? tidak kan?

Artinya, Prabowo mengakui bahwa perbuatan itu perbuatan rasis, walau dengan alasan bercanda. Jadi semakin dia beralasan bercanda, maka semakin dia menunjukkan bahwa dirinya memang melakukan perbuatan yang merendahkan masyarakat Boyolali.

Masyarakat Boyolali adalah masyarakat rendahan bagi Prabowo, dan masyarakat rendahan boleh diolok-olok. Lalu setelah mengolok-olok, Prabowo heran, kenapa olok-olok itu dipersoalkan? Saya rasa siapapun akan heran dengan alasan Prabowo. Bagi Prabowo hal hina itu adalah hal yang biasa, makanya dia heran. 

Entahlah apa alasan ini ide dari timnya, atau memang Prabowonya yang lemah berfikir? tapi yang pasti, alasan ini makin menguatkan bahwa menghina, menuduh dan menganggap rendah orang boyolali, bagi Prabowo adalah hal biasa. Bagi orang lain, ini tentu hal yang tidak biasa.

Saran saya, segera cari alasan baru, jangan alasan bercanda, karena itu semakin menghina masyarakat boyolali. Orang sudah dianggap rendah, dihina tampangnya, dilecehkan, lalu dijadikan bahan tertawaan. Konyol kan? Memangnya Boyolali boleh dijadikan bahan olok-olokan?

No comments:

Post a Comment