Breaking

Saturday, 17 November 2018

Pendukung Orde Baru: Para Oposisi yang sangat membenci Oposisi.


Para oposisi ingin orde baru berkuasa lagi agar supaya tidak ada lagi oposisi. Mereka adalah para oposisi yang membenci adanya oposisi. Mereka berjuang agar tidak ada lagi demokrasi, kebebasan dan oposisi di Indonesia, sehingga mereka ingin mengembalikan orde baru pada rezim selanjutnya. 

Tentu ini hal yang abnormal, karena ada oposisi berjuang untuk menghapus oposisi, berjuang ingin menghapus demokrasi, berjuang ingin menghapus kebebasan. Mereka mendapatkan kebebasan sekarang ini dan mereka pergunakan kebebasan itu untuk membungkam kebebasan. 

Ada ormas agama mendukung Orde baru? Di zaman orde baru, tidak ada yang namanya organisasi berbasis agama selain yang sudah ada sebelum kemerdekaan bangsa ini. Aneh jika ada organisasi yang berbasis agama yang kini bisa hidup, malah mendukung orde baru, sang pembungkam ormas. 

Jangankan berani mengkritisi, bahkan untuk bicara politik di dalam rumah sendiri pun ketakutan. Berani bicara politik bahkan mengkritisi pemerintah di warung kopi? maka kalian tidak akan bisa bertemu keluarga lagi. Kalian pasti diciduk, disiksa dan berdoa saja agar tidak mati..

Mahasiswa dan aktivis bicara mengkritisi Pimpinan? Prabowo adalah pelaku nyata. Dia melakukan penculikan terhadap para mahasiswa dan aktivis. Masih belum lama hal itu terjadi, bahkan hingga detik ini, banyak mahasiswa dan aktivis belum kembali, entah masih hidup atau sudah mati.

Umat muslim dibantai pada peristiwa tanjung priuk, semakin melawan semakin brutal dibunuh. Yang coba teriak takbir dibunuh. Dan sangat aneh jika ada umat muslim yang mendukung kembalinya orde baru, itu sama saja mereka menyerahkan nyawa mereka, seperti umat muslim yang dibantai di Tanjung Priuk.

Dan banyak lagi kekerasan, ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang dilakukan di zaman Orde baru. Lalu apa yang harus dibanggakan di zaman Orde baru? Apakah ekonomi? Tentu bodoh jika ada yang mengatakan di zaman orde baru ekonomi Indonesia stabil.

Apakah di zaman Orde baru ekonomi kita stabil? tidak.. Kemiskinan melonjak tinggi, gap antara kaya dan miskin terlalu tajam. Mengukurnya mudah saja, bisa punya TV saja sudah dianggap punya barang mewah bahkan punya motor saja sudah dianggap barang mewah. Beda dengan zaman sekarang..

Zaman sekarang, ada produk baru, semahal apapun, banyak yang mampu membelinya. Di zaman Orde baru, tidak bisa seperti itu. Kemampuan masyarakat sangat rendah. Hanya orang tertentu yang mampu. Zaman Orde baru, mayoritas masyarakat terkungkung dalam kemiskinan.

Zaman Orde baru, Orang beli rokok kebanyakan ketengan, padahal jika di convert dengan harga sekarang, lebih mahal harga rokok zaman sekarang. Tapi zaman sekarang orang mampu membeli sebungkus rokok. Zaman Orde baru kemiskinan turun temurun, beda dengan zaman sekarang..

Bahkan konyol jika ada Partai politik yang lahir di zaman Reformasi mendukung bangkitnya orde baru, karena ketika orde baru berkuasa, selain kezaliman dan kebiadaban akan dilegalkan kembali, Partai politik akan diberangus juga. Konyol jika ada Partai mendukung orde baru

Jadi sangat abnormal, jika ada oposisi yang mendukung lahirnya orde baru. Mereka menggali lubang sendiri, lalu menembakkan kepalanya sendiri. Jadi jika ada yang mendukung kembalinya orde baru, tentu perlu dipertanyakan kesehatannya..

No comments:

Post a Comment