Breaking

Friday, 30 November 2018

Prabowo didukung rakyat?? Jangankan rakyat, di sekelilingnya saja tidak mau mendukung


Prabowo tidak punya uang untuk kampanye? tenang.. kan ada Sandiaga uno. 

Tapi tunggu.. 

Sepertinya sandiaga “menarik diri”. Mungkin elektabilitas yang terus rendah membuat sandiaga berfikir ulang untuk membiayai kampanye mereka. Sebagai pengusaha pasti dia melihat ini sia-sia.

Sebenarnya kalau cawapresnya bukan sandiaga, Prabowo tetap bisa dapatkan dana kampanye, kalau dia benar-benar dicintai rakyat. Sayangnya Prabowo tidak dicintai rakyat. Boro-boro rakyat, bahkan pemilih gerindra dan internal gerindra pun ogah untuk mendukung Prabowo. 

Loh!? kok bisa? 

Begini, pemilih Gerindra itu sebanyak 14.760.371 orang. Jika setiap orang menyumbangkan Rp.10 ribu rupiah, maka prabowo bisa dapatkan dana sebesar 10.000 x 14.760.371. Maka dana yang terkumpul mencapai ratusan miliar. 

Belum lagi pengurus Gerindra di seluruh Indonesia ada berapa? jika setiap orang menyumbangkan 1 juta, maka akan terkumpul berapa miliar? Kepala daerah dari Gerindra setiap orang 50 juta misalnya, sudah berapa milyar tuh, belum lagi seluruh anggota DPR/DPRD Gerindra, setiap orang support 15 juta.

Maka dana ratusan miliar rupiah bisa terkumpul dengan mudah. Belum lagi orang-orang dekat Prabowo, tiap orang bisa menyumbang 1 miliar bahkan puluhan miliar (Tentu dipecah-pecah sesuai dengan batasan dana sumbangan kampanye). Maka tidak akan mungkin Prabowo kesulitan keuangan.

Tapi kenapa Prabowo bisa kesulitan keuangan? bahkan saking paniknya Prabowo mau meminjam uang ke Bank Indonesia. Prabowo gak paham bahwa Bank Indonesia itu tugasnya mengontrol transaksi antar perbankan, bukan bank yang membuka fasilitas pinjaman kredit. Udah ngak paham ngotot pula! 😄

Apakah benar Prabowo tidak punya uang?

Prabowo adalah Capres terkaya, jadi kalau dia gembar-gembor gak punya uang, itu tidak benar. Yang terjadi adalah Prabowo tidak mau keluar uang pribadi. Dia tidak yakin dia bakal menjadi Presiden. Itu saja alasan yang paling masuk akal.

Sandiaga tidak mau keluarkan uang pribadi, Prabowo tidak mau keluarkan uang pribadi, Pemilih caleg gerindra yang 14 juta orang, Pengurus yang begitu banyak, anggota DPR/DPRD, Kepala daerah bahkan kawan tidak menyumbang. Lalu bagaimana kelanjutan koalisi ini? 

Apakah karena hal ini membuat koalisi Prabowo-Sandiaga jalan sendiri-sendiri (bahasa halus dari pecah)? mereka lebih fokus mengurus internal daripada mengkampanyekan Prabowo-sandiaga. Bahkan Prabowo dan sandiaga pun mulai saling bertentangan satu dengan lainnya.

Maka tidak heran kenapa Prabowo hampir setiap saat berlaku aneh, karena hanya itu cara untuk mendapatkan perhatian dan cara itulah yang bisa memuluskan Gerindra masuk dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf. Prabowo tidak punya pilihan selain mengkeledaikan dirinya untuk memuluskan kemenangan Jokowi.

Toh, itu juga yang sedang dilakukan oleh PAN, PKS dan Demokrat. Yang realistis adalah masuk dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf untuk bisa menancapkan kuku pada pemilu 2024. Jika mereka tidak masuk dalam kekuasaan, akan menyulitkan mereka di tahun 2024. Itu target mereka sekarang

Jadi apakah Prabowo didukung rakyat? Jelas tidak.. jangankan rakyat, di sekelilingnya saja tidak mendukung dirinya.. 

No comments:

Post a Comment