Breaking

Friday, 23 November 2018

Prabowo merapat ke Jokowi, Sandiaga berfikir ulang membiayai kampanye Pilpres?


Untuk apa sandiaga jadi cawapresnya Prabowo jika ternyata dia tidak bisa mengcover dana untuk kebutuhan kampanye? Sandiaga muncul dengan janji membiayai dana kampanye. Kasus Jenderal kardus beberapa bulan lalu menjadi bagian yang tak terpisahkan akan janji Sandiaga untuk membiayai kampanye.

Prabowo kesulitan dana untuk kampanye, dana yang dia kumpulkan sebelum dia menjadi Capres entah kemana kabarnya. Kini dia akan meminta dana kampanye kepada pendukungnya yang dia sebut tampang orang susah itu. Ada apa dengan koalisi ini? 

Sebelumnya saya sudah katakan bahwa koalisi ini layu sebelum berkembang karena berkumpul dengan keterpaksaan. Banyak yang menganggap apa yang saya katakan asal bicara, bahkan beberapa bulan lalu saya katakan partai pengusung Prabowo tidak akan kampanyekan prabowo, banyak yang menampik.

Kini semua terjadi. Tentu ini bukan asal bicara, tapi berdasarkan analisis fakta dilapangan. Bahkan saya katakan Sandiaga akan berfikir ulang untuk membiayai kampanye, terbukti juga. Semua analisis yang saya sampaikan, tidak ada satupun yang meleset. Kini semua tampak di depan mata.

Bahkan ketika saya sampaikan bahwa Prabowo telah meninggalkan koalisi. Caranya dengan memproduksi banyak hal konyol agar elektabilitas Jokowi terjaga, banyak sumpah serapah dialamatkan ke saya terkait hal itu. Sekarang mereka diam ketika melihat yang saya katakan terbukti.

Bahkan ada pendukung Jokowi marah ke saya dan bilang, kenapa harus dibuka ke publik? biarkan saja, jangan sampai mereka merubah strategi. Saya lalu dituding ingin mendapatkan pujian karena analisis saya terbukti. Hal itu gak saya tanggapi, karena memang dia gak paham dan tidak perlu juga menjelaskan agar dia paham. Ini bukan soal pujian.. 

Saling serang di dalam koalisi Prabowo-sandiaga pun mencuat ke publik, mereka tidak bisa lagi menyembunyikan apa yang terjadi di dalam koalisi. Prabowo sebagai Nahkoda bermain sendiri sehingga menurut analisis saya, Sandiaga berfikir ulang untuk membiayai kampanye pilpres ini.

Dari semua ini, ini telah membuktikan bahwa kerjasama politik yang dibangun dengan cara-cara konyol , maka hanya akan menjadi bom waktu. Semua pada akhirnya tidak bisa lagi berkompromi. Satu persatu mulai menampakkan diri dan melakukan perlawanan secara terbuka di internal.

Makanya jangan heran jika koalisi Prabowo-sandi terlihat serampangan, saling tembak di internal, lalu menyerang Jokowi secara grasa-grusu tanpa ada arah yang jelas. Semua asal bunyi tanpa data sehingga semua yang mereka katakan dengan mudah terbantahkan dengan data. Kalau Prabowo, memang sangat terlihat sengaja melakukan kekonyolan itu.

Sekarang waktunya gelar karpet, siapkan kopi dan cemilan, sambil menonton episode selanjutnya, saling serang di internal koalisi Prabowo-sandiaga. Yang pasti, episode selanjutnya fungsi sandiaga sebagai juru bayar sepertinya akan mulai dipertanyakan. 

No comments:

Post a Comment