Breaking

Sunday, 20 January 2019

Sebelum menuding, harus jelas dulu, Baasyir itu di mata Prabowo apa? Apakah Ulama, bukan Ulama? atau Teroris?


Sore kemarin, teman wartawan message saya melalui whatsapp, dia meminta tanggapan saya terkait berbagai kasus politik termasuk soal pembebasan baasyir. Saya pikir kebetulan bisa sekalian, karena banyak kawan saya termasuk beberapa kawan di media sosial juga minta saya bahas tentang baasyir.

Teman wartawan bertanya, bagaimana saya melihat pembebasan Abu Bakar Baasyir oleh Presiden Jokowi? karena oposisi menuding hal tersebut bermuatan politis. Saya jawab, bahwa Keputusan Jokowi memang keputusan politik, lalu dimana salahnya?

Lalu dia bertanya lagi, artinya tudingan kubu oposisi kepada Jokowi ihwal pembebasan Baasyir dimaksudkan untuk apa? Saya jawab, oposisi memang ingin mengarahkan bahwa, keputusan Jokowi membebaskan baasyir untuk kepentingan Pilpres.

Dia bertanya lagi, apakah ada himbauan dari saya kepada oposisi terkait hal tersebut? saya jawab, Kalau Kubu Prabowo berani mengatakan bahwa SBY melakukan kriminalisasi kepada ulama karena memenjarakan baasyir, maka mereka boleh menuding tujuan Jokowi untuk kepentingan Pilpres.

Atau kubu Prabowo berani menyatakan dengan tegas bahwa Baasyir itu bukan ulama makanya dipenjara oleh Rezim SBY, kalau Kubu Prabowo berani menyatakan itu secara terbuka, baru boleh mereka menuding tujuan Jokowi membebaskan baasyir untuk kepentingan Pilpres.

Prabowo dan pendukungnya harus dengan tegas menyatakan secara terbuka bahwa Baasyir bukan ulama dan baasyir adalah teroris, sehingga mereka punya dasar yang jelas jika mereka mau menuding Jokowi terkait pembebasan Baasyir.

Jadi harus jelas dulu status baasyir di mata Prabowo dan pendukungnya. Kalau mereka anggap Baasyir ulama, maka mereka harus mengatakan Pemerintahan SBY melakukan Kriminalisasi ulama, lalu mereka pertanyakan ke Jokowi, kalau peduli ulama, kenapa baru sekarang menjelang pemilu?

Kalau soal kenapa baru sekarang mau dibebaskan, kenapa tidak saat Jokowi baru menjabat, saya punya jawaban hukumnya. Tapi saya menunggu dulu statement terbuka Prabowo dan pendukungnya, baasyir di mata mereka apa? Ulama, bukan ulama atau teroris?

Harus jelas, karena melalui keputusan politik, Jokowi juga pernah membebaskan mantan Ketua KPK, Antasari Azhar yang juga dipenjara di zaman SBY. Jangan tidak jelas lalu berkoar-koar, menuding begini dan begitu, apa yang dituding? Itu kan hak Presiden dan tidak melanggar hukum. Makanya harus jelas.

Kalau sudah jelas, barulah kita masuk pada pembahasan selanjutnya. Paham ya.. 

No comments:

Post a Comment