Breaking

Sunday, 3 February 2019

Nah loh! Erick Thohir dilaporkan ke Bawaslu karena terbukti menyampaikan fakta


Erick Thohir dilaporkan ke Bawaslu karena pernyataannya yang tertulis di media viva.com, dianggap menghina dan memfitnah Paslon 02. 

Apakah benar apa yang tertulis di media tersebut dianggap menghina dan memfitnah Paslon 02? Coba kita lihat..

Pertama, Erick Thohir bukan Capres atau Cawapres. Erick menyatakan risih dengan model kampanye kompetitor mereka yang selalu menyampaikan narasi negatif seolah kondisi ekonomi nasional suram. Kalimat “Kompetitor mereka” di media, jelas bukan kata “saya” tapi “kami”

Kalau diterjemahkan, Erick mengatakan “Kami risih dengan model kampanye kompetitor”. Kata kami artinya Tim dan Paslon. Siapakah kompetitor “kami” itu? ya Tim dan Paslon 02. Jadi tidak tertuju pada Paslon saja. Ingat, Erick Thohir bukan Pasangan Calon.

Kedua, Erick Thohir sebagai “Kami” menyatakan bahwa risih dengan model kampanye Kompetitor yang selalu menyampaikan narasi negatif seolah kondisi ekonomi nasional suram. Erick tak terima tuduhan itu karena menyerang pasangan yang mereka usung.

Kata Erick, mereka tidak menolak kritik. Namun seyogianya kritik itu mesti disertai data, bukan asal melemparkan tuduhan yang membuat masyarakat pesimis dan ketakutan. Apakah itu menghina dan memfitnah kubu 02? Ternyata tidak, karena semua yang disampaikan kubu Paslon 02 soal kondisi Ekonomi, memang tanpa data akurat.

Ketiga, kalimat “Yang selalu” seperti yang tertulis,, itu konteksnya soal kondisi ekonomi. Karena faktanya semua tudingan kubu Paslon 02 soal ekonomi selalu terbantahkan dengan data, bahkan ada pendukung dari Paslon 02 sampai meminta maaf. Jadi itu bukan fitnah, karena itu fakta.

Keempat, statement Erick Thohir selanjutnya: “Kita harus bicara dengan data. Ini yang saya sayangkan: kalau dari paslon (pasangan calon) 02 yang diangkat selalu kebohongan. [contoh] Ratna [Sarumpaet] oplas (operasi plastik), [rumor] kontainer [berisi surat suara tercoblos], dan terus”

Apa yang salah dari statement ini? “Yang diangkat selalu kebohongan” apakah itu fitnah? tentu saja tidak, karena selain contoh ratna sarumpaet dan kontainer, juga ada soal cuci darah di RSCM, Indonesia bubar dan sebagainya. Jadi itu kebohongan semua dan sudah terbantahkan. 

Ingat, narasi negatif yang selalu diangkat kubu 02, itu beda dengan visi misi dan program kubu 02. Erick Thohir tidak permasalahkan soal visi misi dan program kubu 02, tapi seperti statement erick yang tertulis di media “Yang selalu Menyampaikan Narasi Negatif”. 

Visi, misi dan program Pasangan calon tentu tidak boleh berisi narasi negatif. Mana boleh visi misi dan Program, isinya 2030 Indonesia bubar? tentu ini bukan soal visi, misi dan Program kubu 02, tapi sikap kubu 02 dalam mengangkat masalah. Karena yang diangkat selalu kebohongan dan terbantahkan.

Jadi pertanyaannya apa yang dilanggar oleh Erick Thohir kalau semuanya itu fakta? Atau bagi kubu sebelah, menyampaikan fakta adalah perbuatan dosa? wah.. Saya harus buka kitab suci fiksi kalau begini caranya..😄

1 comment: