Breaking

Saturday, 16 February 2019

Prabowo bukan barang haram, kenapa Zaky malu mengakuinya?


Bagi saya statement Achmad Zaky CEO Bukalapak di twitter, terlepas statementnya ngawur atau tidak, itu hak dia. Hak dia untuk punya pandangan politik. Hak dia untuk mendukung Prabowo ataupun HTI, bahkan hak dia jika dianggap "tidak tahu berterima kasih" ke Jokowi.

Yang menjadi aneh itu ketika Achmad Zaky tampak tidak bernyali untuk konsisten mendukung Prabowo, dengan menafsirkan dan mencari alasan dari maksud twitnya. Itu yang saya lihat dan membuat orang tidak simpati padanya.

Sudahlah, Achmad Zaky itu 100% pendukung Prabowo, dia mencuitkan bahwa Industri 4.0 omong kosong jika budget R&D negara rendah. Zaky berharap Presiden baru bisa menaikkan. 

Tapi dengan mengklarifikasi, sama saja Zaky berharap buah duren bisa dianggap buah pisang oleh orang lain.

Semakin Achmad Zaky mencari pembenaran, semakin kelihatan tidak bernyali. Kenapa harus klarifikasi sih? jadinya seolah-olah kalau ketahuan mendukung Prabowo, itu tindakan hina. Santai saja.., ini negara demokrasi, Prabowo itu Capres, bukan barang, dan tidak haram..

Jokowi itu Presiden RI, semuanya dirangkul, termasuk pendukung Prabowo seperti Achmad Zaky. Jokowi komitmen memajukan bisnis anak bangsa, siapapun dia. Jadi tidak perlu merasa terhina atau malu ketika ketahuan mendukung Prabowo. Kan Prabowo juga Capres resmi..

Jangan sampai karena takut bisnisnya jatuh, lalu Achmad Zaky ingkari kalau dirinya pendukung Prabowo. Mohon maaf, saya malah sempat terpikir seperti itu, dan kalau benar, tentu itu sangat hina. Uang mengalahkan keyakinan..

Saran saya untuk Achmad Zaky, tetaplah konsisten mendukung Prabowo. Semakin anda beralasan, bukan semakin menolong, malah semakin menurunkan bisnis dan tentu saja integritas anda. 

Saya harap anda punya nyali untuk mengakui mendukung Prabowo.


No comments:

Post a Comment