Breaking

Monday, 22 July 2019

Anies, ciptakanlah karya, jangan banyak bergaya, agar Jakarta bisa berjaya…


Yang membangun Pejabat A, yang meresmikan pejabat B. Itu sudah biasa, karena ada batas waktu seseorang menjabat sebuah jabatan. Sama seperti di DKI, yang membuat perubahan adalah Gubernur DKI (Ahok), yang mendapatkan penghargaan adalah Gubernur DKI (Anies). Apakah penghargaan itu berasal dari hasil kerja Anies Baswedan? ya kagaklah! 

Apakah harus Ahok yang menerima penghargaan atas apa yang dia lakukan sewaktu menjabat Gubernur DKI? ya tentu tidak bisa juga.. karena saat dia melakukan pekerjaan itu, dia mengatasnamakan Gubernur DKI, jadi yang harus diberikan penghargaan adalah Gubernur DKI. Kebetulan yang menjabat sekarang sebagai Gubernur DKI adalah Anies Baswedan 

Lalu apakah salah Anies Baswedan jika dia menerima penghargaan untuk Gubernur DKI? Ya tidak.. karena dia sekarang ini Gubernur DKI. Yang salah itu jika dia mengakui bahwa penghargaan itu di dapat karena kerjanya dia dan penghargaan itu dia pergunakan untuk pencitraan dirinya. 

Darimana logikanya, baru menjabat beberapa bulan, lalu di tahun 2018 mendapatkan banyak penghargaan? Kerja masih meraba-raba lalu bisa dapat banyak penghargaan? Kan gak mungkin. Jadi tim Anies jangan sampai memframing seolah-olah penghargaan itu adalah keberhasilan pribadi Anies. Coba Anies fokus kerja yang benar dulu. 

Jangan banyak pencitraan, perbanyak kerja. Keanehan yang dibuat kemarin jangan sampai terulang lagi. Jakarta adalah ibukota negara Indonesia, maka harus diurus dengan benar. Minta maaf atas kecerobohan, bukan malah mencari pembenaran sana sini. 

Anies sebenarnya sadar, bahwa dia hanyalah pelarian atas pilihan warga yang takut karena "diteror" dosa jika memilih Ahok, bukan karena dirinya. Siapapun saat itu menjadi lawan Ahok, maka dia yang akan dipilih. Sendal jepit pun pasti dipilih! 

Maka kini waktunya bagi Anies untuk membuktikan bahwa, walaupun dia dipilih karena tidak ada pilihan, bukan karena dirinya, tapi dia sebenarnya punya kemampuan! Bukan malah mempertontonkan keanehan dan kontroversi dari hari ke hari. Seolah-olah dia mengatakan, siapa suruh pilih gue! Jangan begitu.. 

Jakarta adalah ibukota negara ini, jangan diurus secara amatiran. Jangan kerjaannya hanya jalan-jalan dan memanfaatkan berbagai penghargaan hasil karya pendahulunya untuk menutupi ketidakmampuannya. 

Ciptakan karya, jangan banyak bergaya, agar Jakarta bisa berjaya… 

No comments:

Post a Comment