Breaking

Thursday, 4 July 2019

Jangan atasnamakan rakyat jika ingin 'mengemis' ke Jokowi


Jika ada partai kubu 02 bergabung ke Jokowi, artinya mereka sudah kelaparan, butuh banget jabatan. Kalau lapar, jabatan apapun pasti diembat. Namanya lapar, etika sudah hilang. Jadi kalau ada yang menyeberang dan bilang untuk rakyat, itu fitnah, ini masalah perut mereka.

Coba lihat Partai Demokrat PAN, kurang apa mereka merendahkan Jokowi dengan narasi seolah-olah Jokowi tidak becus. Ketika Jokowi menang Pemilu, kalau sampai mereka merapat dan memuji-muji Jokowi, Apakah itu untuk rakyat atau lapar? ya lapar!

Bagaimana Agus Yudhoyono merendahkan Jokowi dengan narasi halusinasi pada kampanye-kampanyenya. Bagaimana Zulkifli Hasan membangun narasi negatif pada pemerintah, bahkan Amien rais yang terus menyebarkan kebencian. 

Kalau sekarang mendadak dukung Jokowi, ya lapar!

Kalau Partai demokrat mendadak mau gabung ke Jokowi, sebaiknya SBY membuat surat secara terbuka, meminta maaf atas pernyataan Demokrat selama ini dan meminta Jokowi untuk pekerjakan Agus Yudhoyono. Itu lebih terhormat dibandingkan mengatasnamakan rakyat. SBY harus gentle..

Kalau PAN mendadak mau gabung ke Jokowi, sebaiknya Zulkifli Hasan membuat surat secara terbuka, meminta maaf atas pernyataan PAN selama ini, memecat Amien rais dan Zulkifli meminta jabatan ke Jokowi. Itu lebih terhormat dibandingkan mengatasnamakan rakyat. Zul harus Gentle

Gak ada urusannya dengan rakyat.. Kalau Partai Demokrat dan PAN benar berjuang untuk kepentingan rakyat, ya mereka jadi oposisi. Kritik dan jaga pasal di DPR jika ada yang merugikan rakyat. kalau bergabung, itu namanya lapar.. Ini masalah perut sendiri bukan perut rakyat.

Apakah orang-orang di Partai Demokrat dan PAN lebih hebat dari Partai kubu 01 dan Profesional? Jawabannya, sudah lihat apa yang terjadi 10 tahun masa pemerintahan SBY? Jokowi sampai babak belur memperbaiki semua yang dihasilkan 10 tahun masa pemerintahan SBY.

Politik itu seni, seni bagaimana memenangkan pertandingan. Politik tidak ajarkan bagaimana menjilat, khianat, bermuka dua dan semua tindakan hina lainnya. Kalah ya kalah, menang ya menang. Bukan kalah atau menang harus menang, itu bukan politik, tapi orang lapar di dunia politik.

No comments:

Post a Comment