Breaking

Monday, 29 July 2019

Jokowi semakin tidak peduli


Hari ini Presiden Jokowi mengundang para pengurus PKPI ke Istana merdeka, berbicara dan menyampaikan banyak hal. Pertemuan berlangsung selama 1 jam dan dilanjutkan makan siang bersama sambil berdiskusi santai.

Kami melihat ada kegeraman yang sangat dari beliau, kenapa bangsa lain yang dulunya tidak sebaik bangsa ini, sekarang hanya dalam hitungan beberapa tahun, jauh melampaui. Padahal hingga hari ini kita punya modal yang lebih baik dari bangsa lain, hanya salah mengelolanya.

Tentu kami tidak akan menyampaikan apa yang akan Jokowi lakukan di periode kedua ini, tidak etis jika kami sampaikan terlebih dahulu. Kami sangat menghormati dan tersanjung ketika Jokowi menyampaikan kebijakan-kebijakan dahsyat yang akan dilakukannya. Tapi biar nanti beliau yang sampaikan ke publik.

Yang pasti Jokowi akan semakin tidak peduli dengan berbagai macam tudingan yang akan dialamatkan pada dirinya ketika beliau jalankan kebijakan-kebijakan nanti. Beliau akan membuat keputusan yang bermanfaat untuk bangsa, tapi tidak untuk segelintir orang yang nyaman dengan keadaan sekarang ini.

Beliau mengatakan tidak punya beban lagi sehingga akan "menabrak" dan merombak semua hal yang sia-sia. Beliau terlihat sangat geram dengan beberapa hal yang beliau sampaikan, yang pasti beliau akan lakukan itu. Siap-siap saja bagi yang tidak siap.. 

Selain itu Jokowi mengatakan, dia orang lapangan, dia sangat tahu mana yang bekerja dan mana yang tidak bekerja di Pemilu 2019. Beliau mengatakan, "jangan dianggap saya tidak tahu". Tentu statement beliau akan membuat pihak yang tidak bekerja tapi berharap mendapatkan kue kekuasaan was-was.

Karena sekarang ini pihak yang tidak berkeringat, bahkan pihak yang ingin menghancurkannya dengan berbagai fitnah, kini mengemis untuk bisa mencicipi kue kekuasaan. Jokowi mendadak menjadi manusia sempurna di lisan mereka, dan mereka tidak peduli dengan sikap mereka terdahulu, ini demi kue kekuasaan.

Walaupun PKPI masuk dalam kategori yang berkeringat menurut Pak Jokowi, tapi kami katakan, sepenuhnya hak prerogatif Presiden Jokowi untuk menentukan siapa yang akan menjadi pembantunya. Kami mendukung dan bekerja memenangkan beliau karena tidak ingin bangsa ini hancur. 

Jika PKPI diminta untuk membantu beliau, PKPI siap. Karena PKPI sama geramnya dengan beliau. Melihat banyak hal yang sia-sia dan terlalu banyak hal yang merugikan bangsa ini. Kegeraman ini akan kami implementasikan seperti keinginan beliau, untuk kemaslahatan bangsa.

Ya, Jokowi nothing to lose, tapi bukan berarti beliau santai menikmati jabatan 5 tahun kedepan, yang ada malah beliau akan semakin sibuk, tanpa kompromi membuat keputusan yang mungkin tidak populer, tapi sangat berguna bagi rakyat dan bangsa ini. Tunggu tanggal mainnya..


TEDDY GUSNAIDI
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia

No comments:

Post a Comment