Breaking

Saturday, 7 September 2019

Yang dirakit jangan hanya Esemka, tapi hati kalian juga


Mobil esemka akhirnya di launching. Gak perlu marah, kesal, terhina dan sejenisnya. Wong karya anak bangsa kok gak happy? Harusnya bangga.. Merugikan keuangan negara tidak, merugikan bangsa tidak, jadi tidak perlu ada alasan untuk tidak happy dengan lahirnya mobil esemka.

Mobil esemka gak ada urusan dengan pemerintah dan gak ada urusan dengan politik. Benar-benar hasil usaha anak bangsa. Kalau begitu,kenapa dihadiri dan diresmikan Jokowi? loh.. emangnya semua yang diresmikan Jokowi selama ini adalah milik pemerintah? tidak kan? jadi tidak perlu ada pertanyaan itu.

Jangan malah nyinyir, dengan mengatakan esemka itu cuma dirakit di Indonesia. lah, emang maunya bagaimana? Jika dirakit di luar negeri, nanti nyinyir lagi dan bilang kalau esemka itu bukan buatan anak bangsa, cuma dipasang di Indonesia. Gak ada benarnya kalau udah benci..

Mobil import yang banyak di Indonesia baik yang satu bendera seperti Toyota dan daihatsu maupun yang tidak satu bendera, satu dan lainnya ada kemiripan dalam desain, tapi rakitan dan kemampuannya berbeda-beda. Bukan mobil yang sama ditempelin merek yang berbeda-beda.

Sama halnya ketika ada yang bilang salah satu jenis mobil esemka adalah mobil merk changan dari china. Wong yang buat 100% anak bangsa, pabriknya di Indonesia, speknya juga berbeda. Bagaimana bisa ada yang bilang ini mobil china yang ditempel merek esemka?

Mobil buatan anak bangsa sudah ada, yang mampu beli silahkan, yang belum mampu tetap bisa berbangga hati karena mobil esemka buatan anak bangsa akhirnya diluncurkan. Tinggal bagaimana mobil ini bisa bersaing dengan mobil-mobil buatan negara lain yang sudah ada. 

Konsumen yang nanti akan memutuskan, apakah mereka bisa nyaman dengan esemka atau tidak? Jangan udah bukan konsumen, udah gak beli, tapi nyinyir, marah dan kesal. Padahal seperti kata pak Jokowi, kalau bukan sekarang, kapan lagi? Yah, sekarang mobil esemka sudah launching, ini menjadi titik awal kebangkitan industri mobil kita.

Esemka adalah proyek pecah telor. Ke depan, akan makin banyak anak bangsa yang pede untuk memproduksi mobil dengan merek dan teknologi terbaru. Esemka adalah pembuka jalan, Esemka merubah mindset, bahwa Indonesia belum mampu membuat mobil. Esemka mematahkan hal tersebut..

Seharusnya yang tidak happy adalah perusahaan mobil luar negeri, karena Indonesia adalah pasar yang sangat potensial. Dengan adanya Esemka, tentu membuat mereka sedikit tidak nyaman. Nasionalisme dan kebanggaan adalah modal awal esemka yang bisa menggerus penjualan mobil asing. 

Yang tidak happy cuma dua. Pertama, orang-orang yang dibayar oleh perusahaan asing agar masyarakat Indonesia tidak mau membeli produk anak bangsa. Kedua, orang sakit jiwa. Karena hanya orang sakit jiwa yang marah atas lahirnya sebuah produk anak bangsa yang tidak membebankan keuangan negara sama sekali. 

No comments:

Post a Comment