Breaking

Thursday, 24 October 2019

Joko “Kasparov” Widodo, The Tai Chi Master.


Kondisi ekonomi negara sangat berhubungan dengan kondisi politik. Sehebat apapun kinerja dalam membangun ekonomi negara, jika tidak didukung dengan kondisi politik negara yang stabil, maka itu akan sia-sia. Ekonomi akan stag dan cenderung menurun. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan.... 

Periode yang lalu, tentu meninggalkan pelajaran yang sangat mahal bagi Jokowi. Kondisi politik yang tidak stabil karena terus digempur oleh kelompok yang tidak stabil (Radikal) dan "dibantu" oleh para politisi yang tidak stabil, mempengaruhi ekonomi Indonesia. 

Periode lalu, Jokowi memiliki menteri-menteri yang hebat, tapi hanya sedikit yang mempunyai nyali diatas rata-rata, sehingga Jokowi seperti berperang sendiri melawan kelompok radikal, ditambah para politisi yang memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan politik. 

Maka tidak heran, kalau orang-orang seperti saya, berteriak meminta Jokowi untuk memilih para menteri yang punya nyali diatas rata-rata, sehingga mampu meredam kelompok radikal tanpa bertele-tele. Saya tidak ingin Presiden berperang sendirian. 

Saya pernah mengatakan bahwa Kalau bukan Jokowi yang menghadapi gempuran dari berbagai arah kemarin ini, mungkin sudah terjadi huru-hara. Bisa jadi Presidennya mengundurkan diri atau dikudeta, sehingga kondisi di Indonesia menjadi seperti Suriah, perang saudara. 

Jokowi tidak panik dan bereaksi grasa-grusu saat menghadapi berbagai gempuran. Jokowi The Tai chi master, berkali-kali diserang dengan keras tapi dengan lembut dia bisa membalikkan serangan dan menghancurkan, sehingga menggagalkan tujuan para penyerang. 

Tapi jika terus begitu, maka ekonomi Indonesia terganggu, karena yang langsung berperang adalah Jokowi, bukan pasukannya. Saya sangat happy ketika melihat menteri-menteri yang sekarang, seolah-olah keinginan saya agar pak Jokowi memilih menteri yang punya nyali diatas rata-rata, dipenuhi. 

Tito Karnavian, Mantan Kapolri yang punya nyali diatas rata-rata, kini memegang pos Menteri dalam Negeri. Menteri Agama dipegang oleh seorang Jenderal yang punya nyali diatas rata-rata. Menkopolhukan, Mahfud MD yang selama ini terus menyuarakan menentang kelompok radikal. 

Dan yang terakhir adalah Prabowo subianto, Menteri Pertahanan. Saya bilang beliau punya nyali diatas rata-rata bukan karena rekam jejak beliau yang berani menentang kelompok radikal, tapi karena beliau orang yang selama ini dituding dekat dengan kelompok radikal. 

Maka dibutuhkan nyali besar untuk berdiri dan melawan kelompok yang selama ini dituding dekat dengan dirinya, apalagi memang tidak pernah ada rekam jejak Prabowo menyatakan perang terhadap HIzbut tahrir, ajaran Khilafah, ISIS dan kelompok anti pancasila lainnya. 

Maka saya simpulkan untuk sementara bahwa, Prabowo punya nyali diatas rata-rata, karena kali ini dia akan menyatakan perang terhadap Hizbut Tahrir, ajaran khilafah, ISIS, dan kelompok anti Pancasila lainnya. Kita tunggu nyali prabowo untuk menyatakan perang terhadap mereka. 

Dengan menteri-menteri yang punya nyali diatas rata-rata dalam memberantas kelompok radikal, maka Jokowi bisa alihkan waktu, pikiran dan tenaga untuk fokus membangun Indonesia, yang dibantu oleh menteri-menteri lainnya yang punya rekam jejak yang hebat-hebat. 

Sang Tai chi Master kini menjadi Kasparov, beliau tidak lagi turun berhadapan langsung dengan kelompok radikal, beliau kini punya raja, menteri, gajah, kuda, benteng dan pion yang akan dimainkan untuk memenangkan Indonesia. Indonesia maju jika kelompok radikal dimusnahkan. 

Sekarang kita dukung dan tunggu sepak terjang para pembantu Jokowi dalam menjalankan tugas yang diberikan, jika tidak mampu, kita tunggu janji pak Jokowi untuk melengserkan mereka.

1 comment:

  1. Pertamax! :-p

    suka banget sama analisisnya bang...
    tetap semangat menulis ya...

    ReplyDelete