Breaking

Friday, 18 October 2019

Kalian demo, artinya kalian membantu para Teroris.


Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, aparat kepolisian dibuat sibuk melawan para teroris, kelompok anti Pancasila yang terus berupaya membuat gaduh dan meneror kenyamanan rakyat Indonesia. Setiap detik aparat menjaga kenyaman dan keamanan bangsa ini dari para pelaku kejahatan terencana.

Makanya LSM, Ormas, Mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnya, dilarang demo. Tujuannya agar suasana kondusif. Selain itu agar tidak memecah belah konsentrasi aparat dalam melawan dan menghalau para teroris yang terus berupaya untuk merusak keamanan dan kenyamanan di negara ini. 

Jika masih ngeyel, jangan salahkan kalau nanti sekelompok mahasiswa diperiksa terindikasi mendukung kelompok teroris. Karena walau sudah dilarang tetap sengaja turun ke jalan, sehingga fokus aparat terpecah. Yang tadinya mengurus teroris, kini harus juga mengurus demo mahasiswa.

Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, sangat dibutuhkan kondisi yang kondusif, karena ini adalah pelantikan Nahkoda negara. Aparat banyak menemukan dan menggagalkan rencana para teroris. Satu persatu terbongkar, sehingga rakyat terhindar dari bahaya. 

Para teroris tentu sangat berharap LSM, Ormas, Mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnya untuk turun ke jalan, membuat kegaduhan, agar supaya mereka bisa menjalankan rencana busuk dengan lancar tanpa dipantau oleh aparat. Mereka butuh kegaduhan, agar konsentrasi aparat terpecah.

Kebutuhan para teroris jangan sampai terakomodir. Jika sampai terakomodir oleh demo-demo nanti, tentu para pendemo secara sadar dan paham bahwa yang mereka lakukan menguntungkan para teroris. Kalau sudah tahu tapi masih dilakukan, ya artinya mereka bersekutu dengan teroris.

Dalam seminggu terakhir ini, sudah ada 11 lokasi teroris yang dibongkar dan ditangkap oleh aparat. Lokasinya tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Untuk bisa mengungkap hal ini tentu bukan pekerjaan mudah dan butuh konsentrasi, karena para teroris itu bersembunyi dan bekerja secara diam-diam. 

Saya yakin masih banyak lagi lokasi lain yang sedang disisir oleh pihak kepolisian. Maka biarkan pihak kepolisian bekerja, bantu informasikan jika ada disekeliling kita yang kita curigai, jika tidak bisa bantu, ya diam, bukan malah demo, apalagi menuntut hal yang tidak jelas.

Simpelnya begini, jika kalian demo menjelang bahkan hari H pelantikan, artinya kalian dengan sadar dan sengaja membantu para teroris untuk membunuh rakyat Indonesia. Jika kalian tidak melakukan itu, artinya kalian dengan sadar membantu Indonesia aman. 

Saya pikir cukup jelas, tinggal pilih mau yang mana? mendukung pemerintah atau mendukung kelompok teroris? Mari kita tentukan posisi kita dalam bernegara sekarang ini. Jangan jadi kaum munafik, makan dari negara ini, tapi ingin merusak negara ini.

No comments:

Post a comment