Breaking

Saturday, 12 October 2019

Memiskinkan kaum radikal


Kenapa kelompok dan kaum radikal anti Pancasila hidup berkembang? Karena mereka punya uang! Mereka bekerja dan mendapat upah. Mereka berbisnis dan mendapatkan keuntungan di negara ini. Karena mereka punya uang, maka mereka punya waktu untuk melakukan kerja biadab. 

Ada yang usaha warung atau usaha kecil dirumah, ada yang kerja kantoran, ada yang buka perusahaan, ada yang bekerja di organisasi dan sebagainya. Bahkan ada yang bekerja dan digaji negara sebagai abdi negara, pelayan masyarakat, tapi ingin merusak negara. Sangat Ironis..

Mereka sambil menyelam minum air. Dapat gaji dan uang dari usaha di Indonesia, tapi sambil merusak Indonesia. Jadi uang yang mereka terima dari bangsa ini, mereka gunakan untuk menghancurkan bangsa ini. Maka dari itu, pilihannya cuma dua, mereka atau bangsa ini yang hancur?

Menyadarkan mereka itu akan sangat sia-sia selama mereka masih punya uang, artinya masih punya power. Untuk membersihkan negara dari kelompok biadab, ya harus dengan cara yang tegas dan keras. Miskinkan mereka sehingga mereka tidak punya ruang gerak dan kekuatan. 

Soal punya uang ini bukan berarti harus punya uang banyak, misalnya pekerja yang dibayar senilai UMR, itu artinya dia punya uang, walaupun tidak bisa menabung banyak, tapi tetap saja dia punya uang. Nah, mereka ini harus diberhentikan. Apalagi yang upahnya di atas UMR, wajib dimiskinkan. 

Jika ada pihak yang terbukti masih mempekerjakan mereka dan bekerjasama dengan mereka, maka pihak tersebut akan dikenakan sanksi karena mendukung kelompok radikal. Pihak tersebut diberhentikan juga jika statusnya sebagai pekerja atau izin usaha dicabut jika status Pihak tersebut pengusaha. 

Ketahuan membawa bendera Hizbut Tahrir, ISIS atau PKI, maka tidak perlu lagi diverifikasi, langsung dimiskinkan. Ketahuan mengikuti acara oknum pemuka agama pendukung kelompok radikal, maka miskinkan! Tidak perlu mendengarkan alasan, karena mereka memang anti Pancasila. 

Kalau ada komisioner Komnas HAM membela kelompok radikal, maka miskinkan komisioner tersebut karena komisioner tersebut sudah pasti anti pancasila. Hanya orang yang anti Pancasila yang membela orang yang ingin merusak negara ini. Tidak perlu mendengarkan alasan, itu sudah pasti..

Apakah saya emosional dengan memunculkan ide ini? tentu tidak, karena alasan saya jelas, mereka ingin membunuh negara ini dengan uang yang berasal dari negara ini. Sama saja ada orang dibayar perusahaan, lalu dari uang itu dia ingin menghancurkan perusahaan tersebut. Masuk akal kan? 

Matikan dana dari luar negeri yang masuk ke LSM dan Organisasi, tidak boleh ada lagi campur tangan pihak asing untuk urusan kedaulatan Indonesia, cukup didanai dari negara, sehingga bisa dikontrol penggunaannya dan peruntukannya. Karena LSM dan Organisasi lahir dari aturan bangsa ini. 

Ada yang bilang, untuk memiskinkan kelompok radikal apa dasar hukumnya?. Jawabnya sangat mudah, mereka anti NKRI, anti aturan hukum NKRI, apakah kita perlu menggunakan hukum Indonesia? Kalau memang perlu, ya tinggal dibuat saja, dan eksekusi mereka. Simple kan? 

Sekali lagi, selama mereka masih ada uang, maka selama itu pulalah mereka punya waktu melakukan kegiatan radikal. Jika dimatikan sumber uangnya, maka mereka akan sibuk dari pagi hingga malam fokus untuk mencari recehan agar bisa makan. Lapar tidak bisa dikenyangkan dengan ajaran radikal.

No comments:

Post a Comment