Breaking

Monday, 23 December 2019

Teroris Uighur


Para teroris yang ditangkap dan yang mungkin terbunuh itu kebetulan beragama Islam, oleh kelompok ngawur, para teroris itu mereka namakan muslim Uighur. Loh kok gitu? ya iya.. itukan kelompok teroris yang mereka bela, dan untuk menutupinya, mereka namakan Muslim Uighur. 

Suporter bola Indonesia misalnya berantem di singapore, karena suporternya beragama Islam, oleh kelompok ngawur bisa dijadikan isu, supporter itu akan dinamakan muslim suporter. Maka selain ada demo membela muslim uighur, akan ada demo membela muslim suporter.

Dan nanti ada banyak kasus yang gak ada hubungannya dengan agama, tapi untuk kebutuhan isu, mereka bisa kaitkan dengan agama agar bisa memperdaya orang bodoh untuk emosi dan melakukan tindakan kriminal. Bagi orang bodoh, jika ada nama muslim, apapun itu maka harus dibela. 

Palestina bukan konflik antar agama, mereka gembar-gemborkan jadi konflik antar agama. Rohingya bukan konflik antar agama, mereka gembar-gemborkan jadi konflik antar agama. Uighur bukan konflik antar agama, mereka gembar-gemborkan jadi konflik antar agama. Apa tujuannya? 

Ya tujuannya agar bisa menyebarkan kebencian dan menyebarkan konflik sehingga kondisi tidak nyaman. ketidaknyamanan itu akan menimbulkan celah bagi mereka untuk melakukan hal yang menguntungkan mereka. Baik untuk mencari nafkah juga untuk tujuan politik. 

Kalau sudah begini dan pemerintah tidak tegas, maka akan menjadi ladang bisnis. Kenapa? Kebutuhan politik kotor, kebutuhan ekonomi kotor dan sebagainya, butuh yang namanya gerakan. Nah, penyedia jasa gerakan sudah ada dan bisa dihubungi. Karena jual jasa, tentu harus ada transaksinya. 

Semua carut marut ini sangat mudah diselesaikan, yaitu dengan ketegasan. Saya pastikan, jika saya punya kewenangan, saya akan pidanakan siapapun yang menyebarkan konflik palsu tentang agama. Toh, aturannya juga sudah ada, tinggal dieksekusi. Masalahnya yang punya kewenangan para pengecut.

Siapapun selama menyebarkan informasi sesat yang bisa membuat kegaduhan, maka eksekusi. Mau dibilang anti kebebasan, bodo amat. Karena saya menjalankan aturan. Dalam amanat UUD 45 juga jelas membatasi kebebasan. Karena kebebasan tidak berarti bisa melakukan hal seenak-enaknya. 

Ada yang bilang, ok memang masalah Uighur bukan masalah konflik agama, tapi masalah kemanusiaan. Jawab saja, memberantas teroris ya harus seperti itu. Karena teroris adalah pihak yang melakukan tindakan yang tidak manusiawi dan yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Harus disikapi dengan tegas..

Teroris kok dibela? teroris itu dibinasakan. Teroris mau agamanya Islam, Kristen, Hindu, Budha dan sebagainya, wajib dibinasakan. Jika dibiarkan, maka akan merugikan banyak orang. Jadi jangan sebut mereka Muslim Uighur, tapi sebut mereka Teroris Uighur. 

2 comments: