Breaking

Thursday, 6 February 2020

Apakah Menteri Agama simpatisan ISIS?


Apa yang dilakukan oleh Menteri agama dan BNPT, tidak bisa lagi benarkan oleh siapapun yang berakal sehat, bahwa itu adalah tindakan yang benar. Kenapa? Karena yang mereka lakukan adalah memberikan ruang untuk teroris merusak negara ini. Apakah Menteri agama dan BNPT tidak punya akal sehat? Tentu saya tidak mau menuduh, tapi saya sangat yakin bahwa Menteri Agama dan BNPT dengan kesadaran penuh tahu bahwa dengan mendatangkan 600 teroris terlatih ke Indonesia secara terang-terangan berpotensi besar merusak negara ini. 

Orang yang mendeklarasikan mendukung ISIS di Indonesia, adalah orang-orang yang hanya tahu ISIS dari luarnya saja, itupun sudah mengganggu bangsa ini. Apalagi kini anggota ISIS langsung yang mau didatangkan oleh Menteri agama dan BNPT, bisa dibayangkan apa jadinya. Jangankan melibas pendukung ISIS, menerapkan aturan celana cingkrang saja, Menteri agama kehilangan nyali, apalagi menghadapi kelompok teroris biadab ISIS. Mengurus sampah kelompok radikal di Indonesia saja Menteri agama tidak mampu, apalagi mendatang biangnya kelompok radikal, yang ada rusak negara ini. 

Lalu apakah dengan begitu saya bisa menuduh Menteri agama adalah pengikut, simpatisan, pendukung atau anggota ISIS? Tentu saja tidak, tapi saya hanya mengatakan bahwa, akal sehat manusia manapun tidak bisa menerima jika mendatangkan anggota ISIS terlatih ke sebuah negara adalah tindakan yang normal. Tetap praduga tidak bersalah patut dikedepankan jika sampai ada yang menuduh Menteri agama mendukung perjuangan ISIS tidak bisa disalahkan juga, karena sangat sulit bagi akal sehat untuk bisa menerima bahwa Menteri agama tidak menyadari kalau mendatangkan anggota ISIS terlatih akan membahayakan Indonesia. Sangat sulit secara akal sehat jika Menteri agama tidak tahu bahwa mendatangkan anggota ISIS adalah sebuah tindakan bodoh dan berbahaya. 

Lalu kenapa Menteri agama dan BNPT mau mendatangkan Teroris ke Indonesia? Pertanyaannya apa urgensinya? Ternyata tidak ada urgensinya, karena tidak ada pemicunya yang membuat kita harus membawa kelompok biadab teroris ke negara ini, lagian aneh apa untungnya membawa teroris ke negara ini? Kalau alasan mau dibina, apa yang mau dibina? Yang ada di Indonesia saja tidak bisa dibina, malah mereka ingin binasakan bangsa ini, kenapa malah biang terorisnya mau dibina? tentu konyol. Kalau gunakan alasan bahwa mereka itu warga negara Indonesia, tentu lebih konyol lagi. Sudah jelas mereka tidak akui negara ini sehingga mereka bergabung dengan ISIS. Tujuan mereka jelas sekali untuk merusak bangsa dan negara ini. Tujuan mereka jelas ingin jadikan negara Indonesia dan negara lain menjadi negara barbar. Sudah seharusnya kelompok ISIS itu dibunuh, bukan malah dijamu. Ini tentu aneh sekali.. 

Saya tidak menemukan sama sekali hal yang bisa menjadikan sebuah pembenaran terhadap apa yang diinginkan oleh Menteri agama dan BNPT, sama sekali tidak. Yang paling masuk di akal saya adalah, mereka bagian dari ISIS, tapi tentu saya tidak bisa menuduh tanpa ada bukti. 

Pak Jokowi yang terhormat, tolong pertimbangkan untuk mencari Menteri agama yang bisa bekerja selayaknya Menteri. Dia hanya membuat kegaduhan saja.. 

1 comment:

  1. Lagipula apa urgensinya menggelontorkan anggaran untuk membina manusia yang jelas2 memusuhi dengan membakar paspor Indonesia; sementara masih banyak warga NKRI yang membutuhkan bantuan untuk kehidupannya
    Pak Menteri berwacana yang membahayakan keamanan sebagian besar WNI demi sebagian kecil pengkhianat dengan dalih demi kemanusiaan.

    ReplyDelete